Berebut Tiket Kejurnas Bali, Ratusan Atlet Domino Lampung Adu Ketangkasan

Berebut Tiket Kejurnas Bali, Ratusan Atlet Domino Lampung Adu Ketangkasan
Ratusan atlet domino Lampung bertanding di Kejuaraan Antar Klub Orado (HUT Ke-80 POMAD) demi tiket Kejurnas Bali dan target emas PON 2032. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Sebanyak 312 atlet olahraga domino dari berbagai daerah di Provinsi Lampung bertarung dalam ajang Kejuaraan Antarklub Orado (Olahraga Domino Indonesia), Kamis, 11 Juni 2026.

Gelaran bergengsi tersebut menjadi arena seleksi ketat menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Seri II di Bali pada Oktober mendatang, sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD).

Ketua Pengprov Orado Lampung, Budi Darmawan, menargetkan para pemenang bisa mencetak sejarah baru di tingkat nasional.

Pasca olahraga asah otak tersebut resmi dikukuhkan sebagai anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat pada Rakernas terakhir, fokus utama pengurus adalah mendulang prestasi puncak, terutama membidik panggung Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032.

“Pada Kejurnas perdana, perwakilan kita sukses menembus babak delapan besar dan meraih juara tiga.

“Ke depan ambisinya sangat jelas, yakni meraih emas di PON 2032 saat Lampung dan Banten menjadi tuan rumah bersama,” ujar Budi.

Geliat prestasi Orado langsung mendapat respons positif dari KONI Provinsi Lampung.

Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, mengapresiasi tingginya animo masyarakat dan klub-klub lokal.

Walaupun secara administratif masih dalam proses pendaftaran di tingkat provinsi, potensi medali dari cabang olahraga baru sangat menjanjikan.

“Melihat antusiasme ratusan peserta, kita menaruh harapan besar domino bisa menjadi cabor andalan ke depan.

“Tinggal bagaimana menyusun strategi dan mengorganisirnya secara profesional agar mampu membanggakan nama daerah,” papar Taufik.

Penyelenggaraan turnamen tidak lepas dari inisiatif serta peran aktif institusi militer.

Komandan Polisi Militer Kodam (Danpomdam) XXI/Radin Inten, Kolonel Cpm David Medion, selaku Ketua Pelaksana menegaskan komitmen TNI memajukan olahraga rakyat.

“Keterlibatan prajurit menyemarakkan komunitas domino merupakan wujud nyata kedekatan TNI dan rakyat melalui pendekatan humanis, di luar aktivitas kemiliteran.

“Olahraga memegang peran penting sebagai alat pemersatu bangsa,” tutur David.

Secara teknis, Sekretaris Orado Lampung, Rizki Yuliandra, merinci ratusan peserta telah dibagi ke dalam 96 tim kategori senior dan delapan tim junior.

Seluruh kontingen mewakili delapan Pengurus Cabang (Pengcab) aktif, meliputi wilayah Bandarlampung, Tulang Bawang, Pringsewu, Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Pesawaran, hingga Pesisir Barat.

Untuk memompa semangat bertanding, panitia menyiapkan total uang pembinaan belasan juta rupiah.

Kampiun kategori senior berhak mengantongi Rp5 juta, disusul peringkat kedua Rp3 juta, posisi ketiga Rp2 juta, dan urutan keempat Rp1 juta.

Sementara jawara pada kelas junior dipastikan membawa pulang uang tunai senilai Rp3 juta.