Duel Sengit 54 Pendekar Pecah di Pahoman, Sirkuit Pencak Silat Lampung Resmi Dibuka

Duel Sengit 54 Pendekar Pecah di Pahoman, Sirkuit Pencak Silat Lampung Resmi Dibuka
Wakil Ketua Umum I KONI Lampung, Margono Tarmudji, saat membuka Sirkuit Pencak Silat Lampung Zona 1 di Padepokan IPSI Pahoman. Sebanyak 54 pendekar siap bertarung memperebutkan tiket ke babak pamungkas. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Sebanyak 54 pesilat dari berbagai daerah mulai bertarung habis-habisan dalam gelaran perdana Sirkuit Pencak Silat Lampung Zona 1, di Padepokan Pencak Silat IPSI Lampung, Pahoman, Bandarlampung, Jumat, 29 Mei 2026.

Ajang adu ketangkasan tersebut bukan sekadar rutinitas pertandingan, melainkan gerbang awal seleksi menuju arena yang lebih bergengsi.

Wakil Ketua Umum I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung, Margono Tarmudji, turun langsung membuka kompetisi yang dijadwalkan bergulir selama empat hari ke depan.

Lewat 55 partai yang tersaji, para petarung putra maupun putri dituntut membuktikan kapasitas mereka agar bisa lolos dari fase penyisihan wilayah.

Jalan menuju puncak prestasi dipastikan masih panjang.

Para kampiun yang berhasil merajai Zona 1 tidak punya banyak waktu untuk merayakan kemenangan.

Mereka harus bersiap menghadapi para juara dari Zona 2 dan 3 untuk kembali beradu taktik pada babak pamungkas, September mendatang.

Bagi Margono, format kompetisi berjenjang semacam itu sangat tepat guna mengukur sejauh mana keberhasilan program latihan di tingkat kabupaten dan kota.

Apalagi, seluruh atlet yang turun gelanggang tengah dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada akhir tahun.

“Langkah pembinaan seperti itu sangat bagus. KONI berharap terobosan kompetisi berkelanjutan tidak hanya berhenti pada pencak silat, tetapi bisa dicontoh oleh cabang olahraga lainnya.

“Kami mendukung penuh kejuaraan mandiri yang digagas pengurus cabang,” ungkap Margono.

Menyadari tingginya tensi persaingan antardaerah, pihak penyelenggara enggan mengambil risiko terkait kualitas penilaian.

Sekretaris Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Lampung, Riagus Ria, menjamin seluruh laga dipimpin oleh wasit dan juri dengan lisensi serta rekam jejak terbaik.

Menurut Riagus, kualitas pengadil lapangan sangat menentukan lahirnya atlet yang benar-benar tangguh secara teknik maupun mental.

Dengan melibatkan 40 pesilat putra dan 14 putri pada putaran pertama, objektivitas di atas matras menjadi harga mati.

“Kami ingin mencetak pesilat yang siap tempur di kancah nasional bahkan internasional.

“Karena alasan tersebut, perangkat pertandingan paling kompeten sengaja kami terjunkan sejak awal, dan standar serupa akan tetap kami pertahankan pada seri lanjutan berikutnya nanti,” tegas Riagus.