Capai 35 Persen, Gus Ipul Pastikan Sekolah Rakyat Lampung Siap Beroperasi pada Tahun Ajaran Baru

Capai 35 Persen, Gus Ipul Pastikan Sekolah Rakyat Lampung Siap Beroperasi pada Tahun Ajaran Baru
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, saat kunjungan dan dialog bersama siswa, guru, tenaga pendidik SRMA 32 di Lingkungan Gedung BPSDM. Foto: Arsip Kemensos

Kirka – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) berskala besar di kawasan Kotabaru, Desa Purwotani, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, kemarin.

Pembangunan fisik saat ini sudah mencapai 35,52 persen.

Pemerintah pusat pun optimistis fasilitas pendidikan baru itu siap beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027 mendatang.

Proyek di atas lahan seluas 9,5 hektare merupakan hasil kerja sama yang solid antara pemerintah pusat dan daerah.

Pemerintah Provinsi Lampung bertugas menyediakan lahan, sementara pembangunan fisiknya dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum menggunakan dana APBN.

“Saya berterima kasih dan bergembira karena pengerjaan di sini berjalan dengan baik.

“Sampai hari ini masih sesuai target dan diharapkan bulan Juni sudah selesai secara menyeluruh,” tegas Gus Ipul, dikutip pada Senin, 27 April 2026.

Sekolah terpadu dirancang untuk menampung 1.080 siswa yang terbagi dalam 36 rombongan belajar.

Mengusung konsep kawasan hijau dengan ruang terbuka mencapai 69,56 persen, layanan pendidikan akan mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Target Nasional

Pembangunan gedung permanen di Lampung Selatan bukan sekadar program daerah, melainkan wujud arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendirikan 104 fasilitas serupa di berbagai wilayah Indonesia.

Khusus di Kotabaru, sebanyak 677 pekerja dikerahkan untuk mengejar target penyelesaian dalam waktu 188 hari sejak pembangunan dimulai pada pertengahan Desember 2025.

Gus Ipul memaparkan, program perluasan akses pendidikan berkualitas memiliki target yang berkelanjutan.

Tahun lalu, jumlah siswa Sekolah Rakyat secara nasional mencapai sekitar 16 ribu anak dan diproyeksikan terus melonjak drastis.

“Tahun depan tambah lagi sehingga menyentuh lebih dari 100 ribu siswa.

“Pada 2027 insyaallah bertambah lagi, sehingga di 2028 diproyeksikan lebih dari 200 ribu anak akan mengikuti proses belajar-mengajar di Sekolah Rakyat,” urainya.

Ke depan, pemerintah menargetkan setiap kabupaten memiliki minimal satu gedung sekolah permanen.

Kelas Sementara

Sebelum menyambangi Kotabaru, Mensos bersama Kepala Dinas Sosial Lampung Aswarodi dan Kepala Dinas Pendidikan Thomas Amirico menyempatkan diri berdialog dengan guru serta siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 32.

Sekarang, kegiatan belajar mengajar mereka masih menempati gedung sementara di lingkungan BPSDM Provinsi Lampung.

Di sana, Gus Ipul mengapresiasi semangat belajar para siswa dari berbagai latar belakang, termasuk anak-anak yang sebelumnya sempat putus sekolah.

Proses adaptasi belajar pada bulan-bulan pertama berhasil berjalan lancar berkat dedikasi tenaga pendidik.

Mensos tampak terkesan dengan metode pengajaran yang interaktif.

Hal itu terlihat ketika guru matematika bernama Nabila mendemonstrasikan materi trigonometri melalui papan digital berbahasa Inggris.

Para siswa juga tampil percaya diri menceritakan kisah hidup mereka langsung di hadapan para pejabat.

“Gurunya betah, kepala sekolahnya betah, dan yang terpenting siswa-siswinya juga nyaman belajar.

“Suasana yang baik menjadi modal kuat ketika nanti mereka semua pindah ke gedung permanen,” pungkas Gus Ipul.