KIRKA – YKWS dorong regulasi layanan kesehatan inklusi disabilitas di Kota Bandar Lampung dan Kota Metro.
Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS), Febrilia Ekawati, mengatakan regulasi layanan kesehatan inklusi disabilitas menjadi dasar hukum keberlangsungan Program WASH In HCF (Water Sanitation Hygiene In Healthcare Facilities).
Baca Juga : YKWS dan Pattiro Dorong Aksi Perubahan Iklim di Sektor Pertanian
“Kita sudah menjalin komunikasi dengan Komisi III DPRD Bandar Lampung terkait sejauh mana proses perjalanan Program WASH In HCF. Kami mendorong ini menjadi produk hukum agar bisa diimplementasikan di seluruh puskesmas dan kantor layanan publik,” kata dia di Bandar Lampung ketika dihubungi pada Kamis, 21 Juli 2022, malam.
YKWS merintis Program WASH In HCF di Kota Bandar Lampung dan Kota Metro sejak pertengahan tahun 2021 dan akan berakhir di September 2022.
“Program ini berbatas waktu, hanya 18 bulan, dan akan selesai pada September 2022. Harapannya, program ini tetap berjalan meski tanpa pendampingan dari YKWS,” ujar dia.
Febrilia Ekawati menyampaikan layanan inklusi disabilitas sudah menjadi mandat pembangunan berkelanjutan karena merupakan bentuk pelayanan dasar kesehatan bagi masyarakat.
“No one left behind, tidak ada satupun yang tertinggal. Program ini juga sejalan dengan visi dan misi kepala daerah di Kota Metro dan Kota Bandar Lampung,” kata dia.
Terdapat sembilan puskesmas yang menjadi role model Program WASH In HCF, 5 puskesmas di Bandar Lampung dan 4 puskesmas di Metro.
Kota Bandar Lampung; Puskesmas Kedaton, Puskesmas Kemiling, Puskesmas Panjang, Puskesmas Pasar Ambon, dan Puskesmas Kotakarang.
Kota Metro; Puskesmas Iringmulyo, Puskesmas Banjarsari, Puskesmas Margorejo, dan Puskesmas Mulyojati.
YKWS berharap seluruh puskesmas inklusi percontohan bisa menularkan hal baik yang telah didapatkan ke puskesmas lainnya.
WHO Indonesia Atensi Program WASH In HCF
Direktur Eksekutif YKWS, Febrilia Ekawati, menuturkan WHO Indonesia menaruh atensi terhadap Program WASH In HCF di Kota Bandar Lampung dan Kota Metro.
WHO Indonesia mengunjungi Kota Metro dan Kota Bandar Lampung pada 5-6 Juli 2022 lalu, dan terlibat dalam penyusunan SOP Peningkatan Layanan WASH In HCF.
“Pembelajaran baik di kota ini akan dibawa ke tingkat nasional sebagai kampanye global,” ujar Febrilia Ekawati.
Dia menjelaskan WHO Indonesia menaruh perhatian besar pada strategi yang diterapkan oleh YKWS dalam melibatkan kelompok masyarakat untuk melakukan audit sosial di layanan kesehatan berdasarkan 11 indikator yang disepakati bersama pemerintah daerah.
Baca Juga : WASH In HCF Evaluasi Kinerja Layanan Inklusif Puskesmas
“Keunikan Program WASH In HCF adalah seluruh proses melibatkan semua pihak untuk mendorong peningkatan fasilitas. Termasuk pelibatan jurnalis untuk menyuarakan perubahan-perubahan,” jelas Febrilia Ekawati.
Melalui audit sosial, lanjut dia, YKWS mendorong Program WASH In HCF dari kebijakan Top Down menjadi Bottom Up.






