Lolos PON XXII 2028, Paramotor dan Angkat Berat Lampung Langsung Bidik Target Medali

Lolos PON XXII 2028, Paramotor dan Angkat Berat Lampung Langsung Bidik Target Medali
Ilustrasi: Atlet Paramotor dan Angkat Berat Lampung siap bidik medali emas di ajang PON XXII 2028. Foto: Arsip Wiki/DBS/Kirka/I

Kirka – Kepastian digelarnya Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 di tiga provinsi membawa angin segar bagi kontingen olahraga Provinsi Lampung.

Dua cabang olahraga (cabor) andalan, yakni Paramotor dan Angkat Berat, resmi dipertandingkan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tiket ini langsung disikapi pengurus cabor dengan mematok target perolehan medali emas.

Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) PON XXII 2028 di Jakarta, yang melibatkan perwakilan Pemerintah Provinsi NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan DKI Jakarta.

Menariknya, ajang kali ini mencetak sejarah baru dengan ditunjuknya DKI Jakarta sebagai daerah penyangga.

Secara keseluruhan, NTB akan menjadi tuan rumah untuk 26 cabor, NTT menggelar 22 cabor (termasuk cabor World Games seperti Paramotor dan Angkat Berat), sementara DKI Jakarta mengeksekusi 14 cabor sisa.

Lolosnya cabor Paramotor disambut antusias oleh Pelatih Paramotor Lampung, Waras Budi Hartawan (WBH).

Ia menegaskan, kepastian ini akan segera ditindaklanjuti dengan penajaman program latihan para atlet.

“Alhamdulillah, kami akan hadir kembali di PON. Harapannya, tentu ada peningkatan perolehan medali yang maksimal, melampaui pencapaian di PON Aceh-Sumut 2024 lalu,” ujar WBH, dilansir pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Di bawah binaan Danlanud Pangeran M. Bun Yamin (BNY), Letkol Pnb Oktavianus Olga Satya Nugraha selaku Ketua FASI Provinsi Lampung, cabor dirgantara ini mematok target luar biasa.

Sesuai hasil Rakerprov, Paramotor Lampung siap membidik 5 medali emas pada PON 2028 mendatang.

Saat ini, Paramotor Lampung masih mengandalkan kemampuan pilot senior, Adi Ayangsyah, di nomor Presisi dan Slalom.

Namun, WBH mengingatkan bahwa target tinggi ini harus dibarengi dengan pembaruan fasilitas tempur.

“Sudah saya sampaikan berulang-ulang, kami butuh dukungan peningkatan peralatan. Peralatan yang kami miliki sekarang teknologinya sudah tertinggal jauh.

“Jika kami dibantu alat yang standar, kami tidak hanya fokus di Presisi dan Slalom, tapi bisa menggenjot kemampuan atlet di nomor Navigasi dan Ekonomik,” tegasnya.

Selain alat, WBH juga mendorong upgrade kemampuan teknis atlet melalui kejuaraan regional dan nasional, atau bahkan mengundang master paramotor internasional ke Lampung.

Rencana pemusatan latihan di kawasan Kota Baru dengan venue di Taman Kehati dinilai sebagai langkah KONI Lampung untuk meningkatkan kualitas pilot.

Angkat Berat

Rasa syukur serupa juga datang dari Sekretaris Umum Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Lampung, Margono Tarmudji.

Masuknya Angkat Berat ke dalam agenda PON XXII 2028 sebagai cabor World Games adalah buah manis dari perjuangan alot di tingkat pusat.

“Terima kasih atas perjuangan teman-teman PB Pabersi, terutama Ketum Ibu Anna Maria, yang terus mendorong agar Angkat Berat tetap masuk kalender PON XXII.

“Memang sudah sepantasnya, karena lifter Indonesia, termasuk Sri Hartati dari Lampung, sarat prestasi di kejuaraan dunia,” tutur Margono.

Margono sangat optimistis menatap PON 2028.

Sebagai catatan, cabor Angkat Berat sukses menyumbangkan 3 medali emas untuk Lampung pada PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Kans untuk mengulang, bahkan melampaui, kejayaan tersebut di NTT terbuka sangat lebar.

“Dengan kepastian masuk PON ini, Angkat Berat otomatis akan langsung kita sertakan dalam pertandingan di Porprov Lampung 2026 sebagai ajang pemanasan dan seleksi atlet,” pungkas Margono.