Menu
Precision, Actual & Factual

KPK Periksa Ketua Komisi 3 DPR RI, Terkait Bansos Covid 19

  • Bagikan
Ketua Komisi III DPR Herman Hery. Foto Istimewa

KIRKA.COKetua Komisi III DPR RI Herman Hery diperiksa KPK. Kegiatan pemeriksaan tersebut berkenaan dengan kasus suap pengadaan Bansos penanganan Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Pelaksanaan pemeriksaan ini diakui oleh Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri seperti dilihat dari beragam sumber terbuka.

Dalam penjelasan Ali Fikri itu, lembaga antirasuah tersebut setidaknya belum mengurai detail mekanisme penyelidikan yang berkenaan dengan pemeriskaan Herman Hery ini.

“Karena kegiatan penyelidikan, tentu kami saat ini tidak bisa menyampaikan materi hasil permintaan keterangan dimaksud,” tutur Ali Fikri.

Dalam perkara dugaan suap bansos Covid-19, KPK telah menjerat lima orang sebagai tersangka.

Sebagai tersangka penerima suap diantaranya Juliari Peter Batubara selaku Menteri Sosial (Mensos); Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kemensos.

Selain itu sebagai pemberi suap, KPK menjerat Ardian Iskandar Maddanatja (AIM) dan Harry Sidabuke (HS) selaku pihak swasta.

KPK menduga, Juliari menerima fee sebesar Rp 17 miliar dari dua periode paket sembako program bantuan sosial (Bansos) penanganan Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Penerimaan suap itu diterima dari pihak swasta dengan dimaksud untuk mendapatkan tender sembako di Kementerian Sosial RI.

Juliari menerima fee tiap paket bansos yang di sepakati oleh Matheus Joko Santoso selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) sebesar Rp 10 ribu perpaket sembako dari nilai Rp 300 ribu perpaket bansos.

Para pihak yang ditetapkan sebagai tersangka ini sedang menjalani proses persidangan si Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Pihak pemberi suap yakni Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja akan menghadapi sidang putusan hakim.

Harry dan Ardian masing-masing telah dituntut hukuman 4 tahun pidana penjara dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan kurungan.

 

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan