Jaga Jatah Warga, BPH Migas Pantau Ketat Penyaluran BBM Subsidi di Lampung

Jaga Jatah Warga, BPH Migas Pantau Ketat Penyaluran BBM Subsidi di Lampung
Inspeksi penyaluran BBM bersubsidi oleh BPH Migas dan Pertamina di SPBU Bandarlampung untuk mengawal jatah energi warga. Foto: Arsip Pertamina/Kirka/I

Kirka – Upaya pengamanan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi terus digencarkan.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) terjun langsung ke lapangan guna mengawal jatah energi untuk warga Provinsi Lampung agar tersalurkan tepat sasaran dan sesuai aturan.

Pengecekan bersama ini dilakukan dengan menyasar langsung titik vital pergerakan BBM.

Rombongan meninjau kesiapan infrastruktur di Integrated Terminal (IT) Panjang, sebelum berlanjut melakukan inspeksi di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Bandarlampung.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Alexander Susilo mengungkapkan, pemantauan di IT Panjang secara khusus difokuskan pada keandalan infrastruktur hulu sebelum BBM dikirim ke masyarakat.

“Kami telah mengunjungi IT Panjang untuk melihat langsung kesiapan fasilitas, operasional terminal, serta sistem distribusi energi yang melayani pasokan untuk wilayah Lampung dan sekitarnya,” ujar Alexander dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 14 Juni 2026.

Tak berhenti di fasilitas penyimpanan, rombongan melanjutkan pengecekan ke tingkat pengecer.

Langkah ini diambil untuk melihat realitas di lapangan, mulai dari standar pelayanan konsumen hingga praktik penyaluran BBM langsung ke tangki kendaraan warga.

Menurut Alexander, temuan dan interaksi di SPBU menjadi bahan penting bagi perusahaan untuk terus berbenah.

Pihaknya berkomitmen untuk memantau pergerakan stok harian dan kelayakan sarana distribusi.

“Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat evaluasi bersama dalam menjaga kualitas layanan.

“Masukan dari BPH Migas melalui kegiatan peninjauan ini menjadi bagian penting dalam upaya kami menjaga keandalan layanan di seluruh wilayah operasional,” tegasnya.

Sementara itu, pengawasan ketat dari regulator menjadi kunci agar kuota BBM subsidi tidak bocor ke tangan mafia atau pihak yang tidak berhak.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menegaskan bahwa inspeksi gabungan ini merupakan bentuk pelaksanaan tugas negara dalam mengawal hak masyarakat kecil.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari kolaborasi dan sinergi antara BPH Migas dan Pertamina.

“Kami melakukan monitoring penyaluran guna memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan, dan BBM subsidi dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak,” papar Wahyudi.

Di akhir kunjungannya, Wahyudi turut mengingatkan pentingnya peran aktif konsumen dalam menjaga ketahanan kuota energi daerah.

Ia meminta warga untuk tidak melakukan penimbunan atau penyalahgunaan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli dan menggunakan BBM subsidi secara bijak, mutlak sesuai peruntukannya,” pungkasnya.