Buru Tulang Punggung Nasional, KONI Lampung Rombak Aturan Main Porprov X 2026

Buru Tulang Punggung Nasional, KONI Lampung Rombak Aturan Main Porprov X 2026
Ketua Tim Persiapan PORPROV X Lampung 2026, Margono Tarmudji (kanan), didampingi Wakil Ketua Tim Persiapan PORPROV X, Riagus Ria. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mulai merombak standar pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X 2026.

Pesta olahraga terbesar di Bumi Ruwa Jurai kelak difokuskan pada sinkronisasi aturan nasional dan penyaringan cabang olahraga (cabor) demi mencetak atlet unggulan berstandar Pekan Olahraga Nasional (PON).

Komitmen mencetak prestasi unggul dimatangkan melalui rapat koordinasi antara tim persiapan Porprov X bersama jajaran pengurus provinsi (Pengprov) cabor.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat KONI Provinsi Lampung pada Jumat, 5 Juni 2026 menelurkan sejumlah keputusan, salah satunya penetapan 32 cabor prioritas.

Puluhan cabor yang akan dipertandingkan merujuk langsung pada program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Cabang olahraga terpilih merupakan lumbung medali pada ajang Olympic maupun SEA Games, meliputi atletik, akuatik, bulu tangkis, pencak silat, menembak, judo, taekwondo, hingga esport.

Ketua Tim Persiapan Porprov X Lampung 2026, Margono Tarmudji, menginstruksikan seluruh Pengprov cabor menyusun regulasi yang mutlak mengadopsi standar kejuaraan nasional.

“Porprov harus menjadi momentum kebangkitan prestasi. Kita tidak sekadar mencari juara daerah, tetapi menjaring tulang punggung Lampung di kancah nasional.

“Karena itu, perangkat pertandingan dan teknis pelaksanaan wajib profesional,” tegas Margono.

Sinkronisasi aturan pertandingan sangat dibutuhkan sebagai landasan penyusunan technical handbook Porprov X.

Penerapan regulasi ketat sejak fase daerah bertujuan agar atlet kampiun terbiasa menghadapi iklim kompetisi tingkat atas tanpa terkendala urusan teknis.

Sebagai langkah antisipatif, Wakil Ketua Tim Persiapan Porprov X, Riagus Ria, memandang koordinasi lintas sektor sejak dua tahun sebelum penyelenggaraan merupakan kunci sukses acara.

“Persiapan matang pasti berbanding lurus dengan hasil maksimal.

“Kolaborasi awal sangat krusial agar penyelenggaraan kelak benar-benar berkualitas, menjaring bibit unggul, dan mewujudkan visi Lampung Berjaya,” kata Riagus.