Kirka – Peluang Provinsi Lampung menjadi penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 makin nyata.
Tim visitasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat selesai melakukan survei lapangan dan menyatakan 26 lokasi pertandingan memenuhi syarat kelayakan.
Bukan sekadar meloloskan usulan daerah, tim pusat malah menemukan sepuluh gedung olahraga ekstra yang sebelumnya luput dari daftar pengajuan.
Fakta tersebut disampaikan langsung kepada pengurus daerah pada Jumat, 17 April 2026 di Ruang Rapat KONI Lampung, PKOR Way Halim, Bandarlampung.
Awalnya, panitia daerah menyodorkan 36 titik untuk diverifikasi.
Sepuluh usulan terpaksa dicoret, namun langsung tergantikan oleh temuan sepuluh fasilitas baru berstandar nasional yang tersebar di berbagai sudut Bumi Ruwa Jurai.
Pihak pusat meminta panitia lokal agar tidak kaku berpatokan pada dokumen awal.
Keberadaan fasilitas tambahan tersebut memberi keleluasaan bagi daerah untuk menyeleksi tempat pertandingan paling maksimal saat perhelatan olahraga terbesar nasional itu berlangsung.
Ketua KONI Provinsi Lampung Taufik Hidayat menyambut gembira lampu hijau dari pusat.
Menurutnya, status kelayakan daerah sebagai calon tuan rumah bersama Banten merupakan sebuah kebanggaan besar.
Ketersediaan gedung olahraga yang berlebih juga membuat mereka sangat tanggap apabila sewaktu-waktu ada penambahan jumlah cabang olahraga (cabor).
Masih ada beberapa lokasi pertandingan yang belum diajukan oleh pengurus daerah karena menyesuaikan dengan dinamika penetapan cabor resmi dari pusat.
“Kami siap menerima cabang olahraga tambahan. Apabila memang ada tambahan cabor yang diberikan oleh pusat, kami sanggup.
“Fasilitas kita masih mumpuni, masih ada beberapa GOR serta gedung serba guna. Pokoknya Lampung sangat siap menjadi tuan rumah PON 2032,” tegas Taufik.
Selain urusan lokasi tanding, pemerintah daerah juga sudah merancang konsep upacara pembukaan (opening ceremony).
Mengacu pada program Gubernur Lampung, seremoni pembukaan tidak akan digelar di dalam stadion, melainkan berkonsep ruang terbuka.
Kawasan ikonik Menara Siger ditunjuk sebagai kandidat kuat lokasi utama.
Area tersebut direncanakan bakal dikembangkan menjadi tempat wisata terpadu yang megah dan memadai untuk menyambut tamu dari seluruh penjuru nusantara.
Meski rekomendasi kelayakan sudah terbit, penetapan resmi status tuan rumah bersama antara Lampung dan Banten tinggal menunggu tahap akhir.
Keputusan final bakal disahkan secara langsung lewat agenda Musyawarah Nasional KONI pada penghujung bulan Mei mendatang.






