PON 2032: Venue Bela Diri dan Olahraga Udara di Lampung Penuhi Standar Nasional

PON 2032: Venue Bela Diri dan Olahraga Udara di Lampung Penuhi Standar Nasional
Mantapkan Kesiapan PON XXIII 2032, Tim Visitasi KONI Pusat meninjau langsung lokasi strategis di Kota Metro dan Tulang Bawang. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Tim visitasi kesiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 membawa kabar baik bagi Provinsi Lampung.

Hasil pemantauan langsung menyatakan dua lokasi, yakni Kota Metro dan Kabupaten Tulang Bawang, memenuhi kriteria kelayakan sebagai lokasi pertandingan tingkat nasional.

Gedung Sesat Agung di Metro diproyeksikan menjadi pusat laga cabang olahraga bela diri, khususnya kurash.

Koordinator Tim 1 Visitasi, Kolonel (Purn) Irfan Bachtiar, menyebut kelengkapan bangunan tersebut tergolong sangat memadai.

Terdapat ruang serbaguna utama yang sanggup menampung dua arena tanding sekaligus, berdampingan dengan ruangan lebih kecil khusus pemanasan atlet.

Bukan sekadar area pertandingan, sarana penunjang di sekitarnya juga dinilai mumpuni.

Area basemen yang lapang, kantong parkir luar yang terhubung dengan taman kota, serta ketersediaan pusat kuliner dan toilet memadai menjadi nilai tambah yang positif.

“Secara perhitungan teknis, seluruh daya tampung maupun fasilitas pendukung di Metro sudah masuk kualifikasi arena perlombaan bela diri,” ungkap Irfan, Rabu, 15 April 2026.

Beralih ke olahraga dirgantara, Pangkalan Udara Pangeran M. Bun Yamin atau Astra Kestra di Tulang Bawang mencetak tingkat kesiapan tinggi.

Statusnya sebagai markas militer memberikan jaminan keamanan serta daya dukung maksimal untuk ajang olahraga spesifik yang mengandalkan ruang udara.

Kawasan pangkalan yang masih mengandalkan landasan rumput (grass strip) tersebut dinilai amat cocok untuk menggelar tiga nomor bergengsi, terjun payung, terbang layang, hingga gantole.

Irfan menegaskan, keberadaan prasarana militer yang kokoh di pangkalan angkatan udara sungguh memudahkan pihak penyelenggara.

Fasilitas utamanya sudah tersedia dan berfungsi baik.

“Dukungan basis militer di sana sangat menguntungkan panitia.

“Kekurangan kecil yang ditemukan saat pemantauan tentu amat sangat mungkin diperbaiki dan dilengkapi sebelum tahun pelaksanaan tiba,” tambahnya.

Kesimpulan dari kunjungan tim pusat menetapkan kedua sarana tersebut berada pada kategori sangat layak.

Bermodal ketersediaan fasilitas fisik yang tangguh, Provinsi Lampung kian optimis menyuguhkan pelayanan maksimal bagi para duta olahraga nasional.