KIRKA – Peringatan dini BMKG Lampung bisa diakses lewat WhatsApp (WA). Layanan ini untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi.
“Setiap hari kita beri informasi Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG),” kata Kepala Stasiun Meteorologi Radin Inten II, Kukuh Ribudiyanto.
Hal itu disampaikan usai Apel Siaga Bencana Tahun 2022 di Lapangan Korem 043/Gatam, Enggal, Kota Bandar Lampung, pada Rabu, 19 Oktober 2022.
“Kami membuka grup WhatsApp bila masyarakat ingin bergabung di nomor Hotline BMKG 0816-404-333,” ujar Kukuh.
Selain itu, lanjut dia, masyarakat juga bisa mengakses informasi peringatan dini BMKG melalui media sosial.
Seperti Instagram @infobmkg, Facebook BMKG Lampung, dan laman lampung.bmkg.go.id.
Untuk peringatan dini bencana, kata Kukuh, BMKG selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Lampung, termasuk BPBD Kota Bandar Lampung.
“Ada grup khusus. Jadi warning-warning kami itu masuk ke sana,” jelas dia.
Di samping itu, lanjut Kukuh, BPBD juga menyediakan semacam display informasi dari BMKG untuk memudahkan koordinasi.
“Lebih khusus terkait gempa dan potensi tsunami,” kata dia.
BMKG Lampung menyediakan layanan hotline yang bisa diakses melalui WhatsApp terkait peringatan dini bencana hidrometeorologi.
Kukuh Ribudiyanto mengingatkan masyarakat terkait bencana hidrometeorologi saat peralihan musim kemarau ke musim hujan.
“Setelah bulan November, peningkatan curah hujannya sampai ke Januari, puncak musim hujan. Nanti waspada banjir di masa itu,” ujar dia.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kata Kukuh, beberapa kabupaten di Lampung berada pada zona merah bencana hidrometeorologi.
“Sisi barat Provinsi Lampung itu banjir dan longsor seperti Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Lampung Barat,” kata dia.
Kemudian, di bagian timur Lampung berpotensi terjadi banjir seperti Kabupaten Mesuji, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Lampung Selatan.
“Di masa transisi, yang perlu diwaspadai adalah hujan lebat, angin kencang, puting beliung, dan hujan es,” kata dia.
Hujan lebat yang biasa terjadi di masa transisi, lanjut Kukuh, hanya berlangsung singkat.
“Sejam dua jam, tapi bisa terjadi genangan,” ujar dia.
Baca Juga: Lampung Siaga Bencana Hidrometeorologi di Masa Transisi






