KIRKA – Kepala Diskominfo Bandar Lampung menyampaikan beberapa subdomain OPD Pemkot Bandar Lampung sempat tidak bisa diakses.
“Jumat, 9 September 2022, kemarin ada gangguan sedikit terhadap beberapa sub domain OPD Pemkot Bandar Lampung,” kata Ahmad Nurizky pada Senin, 12 September 2022.
“Saya tidak paham ada atau tidak kaitannya dengan yang terjadi akhir-akhir ini,” lanjut dia.
Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Bandar Lampung ini menjelaskan subdomain OPD (Organisasi Perangkat Daerah) gagal diakses selama kurang lebih beberapa menit.
“Gangguan hanya beberapa menit. Tidak bisa dibuka dan ada gambar yang dimuat selain dari tampilan kegiatan OPD,” ujar dia.
Sedikitnya empat subdomain OPD Pemkot Bandar Lampung sempat tidak bisa diakses dan akhirnya bisa diperbaiki setelah Diskominfo berkoordinasi dengan tim IT.
“Alhamdulilah sudah kembali normal. Tidak ada yang hilang, data formil aman, hanya merubah tampilan informasi kegiatan OPD,” kata Nurizky lagi.
Dia menyampaikan subdomain OPD Pemkot Bandar Lampung yang tidak bisa diakses di antaranya laman Inspektorat, Sekretariat Korpri, Dinas Koperasi dan UKM, serta Polisi Pamong Praja.
“Terhadap upaya peretasan ini, kita memperkuat lagi keamanan siber,” pungkas dia.
Baca Juga: Badan Kehormatan DPRD Lampung Bakal Panggil Legislator Penyuap Karomani
Subdomain Organisasi Perangkat Daerah Pemkot Bandar Lampung sempat tidak bisa diakses di tengah maraknya aksi peretasan laman resmi pemerintah.
Peretasan dilakukan oleh sosok anonim, Bjorka, dan menjadi pembicaraan publik setelah diduga meretas dan membocorkan data di sejumlah lembaga pemerintahan.
Sejumlah dugaan kebocoran data yang dibeberkan “Hacker” Bjorka pada akun Twitter @bjorkanism antara lain:
1. Data Pelanggan Indihome
Bjorka mengumumkan bahwa dirinya menjual 26 juta data riwayat pencarian pengguna IndiHome di situs Breached Forums.
Adapun data tersebut diungggah oleh Bjorka pada Sabtu 20 Agustus 2022.
Rincian informasi yang diduga milik pelanggan IndiHome ini berisi domain, platform, browser, URL, Google keyword, IP, resolusi layar, lokasi pengguna, e-mail, gender, nama, NIK, dan sebagainya.
2. Data Registrasi SIM Card
Pada 31 Agustus 2022, Bjorka di Breached Forums mengklaim memiliki file terkompresi sebesar 18 GB berisi data-data kartu SIM dari pelanggan Indonesia.
File tersebut menurutnya berisi 1,3 miliar data Kartu SIM yang terdiri dari beberapa jenis data pelanggan, seperti data nomor telepon, nomor KTP (NIK), informasi nama operator seluler, serta tanggal registrasi nomor telepon.
3. Data KPU RI
Pada 6 September 2022, Bjorka membeberkan mengenai adanya kebocoran data sekitar 105 juta penduduk Indonesia.
Dia menjual data tersebut di forum online Breached Forums.
Bjorka menyebut bahwa sumber kebocoran data ini diklaim berasal dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.
Bjorka mengaku memiliki data 105.003.428 penduduk meliputi data NIK, KK, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, alamat dan usia.
Data ini disimpan dalam file berukuran 20 GB atau 4 GB setelah dikompres.
4. Surat dan Dokumen Presiden
Pada Jumat, 9 September 2022, Bjorka kembali muncul di Breached Forums dengan mengklaim memiliki dokumen surat-menyurat yang diduga milik Presiden RI Joko Widodo.
Salah satu dokumen surat yang diunggah ini, rentang waktu 2019-2021, diduga berasal dari Badan Intelijen Negara (BIN).






