Sasar Usia Sekolah, KONI dan PSSI Lampung Sinergi Bina Sepak Bola Putri

Sasar Usia Sekolah, KONI dan PSSI Lampung Sinergi Bina Sepak Bola Putri
Ketua Umum KONI Lampung periode 2025-2029, Taufik Hidayat. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Regenerasi atlet sepak bola putri di Provinsi Lampung segera memasuki babak baru.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat bersama PSSI sepakat merombak pola pembinaan dengan menjadikan pelajar usia sekolah sebagai pondasi utama masa depan.

Semangat pembenahan tersebut menguat usai terpilihnya pelatih asal Bumi Ruwa Jurai, Novita Sari, masuk dalam jajaran tim kepelatihan nasional.

Ketua Umum KONI Lampung periode 2025-2029, Taufik Hidayat, memandang pencapaian sang juru taktik sebagai momentum emas yang pantang dilewatkan.

“Kami sangat bangga dengan kiprah Coach Novita. Keberadaan pelatih berkualitas amat menentukan arah prestasi.

“Harapannya, ilmu dan pengalaman dari pusat bisa langsung ditransfer untuk mencetak bibit-bibit unggul di daerah kita,” ungkap Taufik di Bandarlampung, Minggu, 5 April 2026.

Taufik memaparkan, tren sepak bola wanita di wilayahnya sebenarnya terus menggeliat.

Indikatornya terlihat jelas dari keikutsertaan tim pada ajang Pra PON 2024 serta lahirnya sejumlah klub baru.

Sayangnya, dominasi pemain masih terpusat pada kalangan mahasiswi.

Ke depan, peta jalan pembinaan akan ditarik mundur hingga ke tingkat pendidikan dasar dan menengah agar stok pemain tidak pernah putus.

Untuk mewujudkan ekosistem olahraga yang sehat, kolaborasi erat dengan PSSI mutlak diperlukan.

Langkah nyata yang segera digarap adalah merancang kalender kompetisi secara rutin.

Turnamen berjenjang dari level kabupaten/kota hingga provinsi diyakini mampu mendongkrak kemampuan teknis sekaligus menambah jam terbang pemain di lapangan hijau.

Target puncaknya pun tidak main-main. Ketika Provinsi Lampung bersiap mengajukan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032 mendatang, cabang olahraga tersebut diproyeksikan menjadi lumbung medali.

“Persiapan wajib bergulir sejak sekarang tanpa jeda. Kita memiliki waktu enam tahun untuk menggembleng talenta muda.

“Tujuannya, saat menjadi tuan rumah nanti, skuad putri kita bukan sekadar pelengkap, melainkan pendulang prestasi di level elit nasional,” tegasnya.

Lewat dukungan nyata terhadap klub-klub akar rumput serta komunikasi terbuka dengan para pelatih lokal, otoritas olahraga Lampung optimistis bayang-bayang krisis regenerasi dapat diatasi.