Kirka – Kisah sukses masyarakat Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, dalam mengelola kawasan hutan sukses menembus panggung internasional.
Mariadi, perwakilan warga setempat, tampil membagikan pengalaman kelompoknya pada ajang bergengsi Bangkok Climate Action Week (BKKCW) 2025 di Thailand.
Kehadiran wakil daerah mengisi forum Living Sessions Carousel Pavilion Nature-Based Economy.
Di hadapan delegasi mancanegara, Mariadi mengupas tuntas perjalanan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Berkah Kemiri dan Wana Raharja.
“Saya bercerita tentang kelompok pertahanan sosial di Kabupaten Pesawaran, Lampung, beserta pelestarian lingkungan di sekitar kawasan lindung,” ujar Mariadi saat memaparkan presentasinya.
Paparan lugas dari pelaku akar rumput mendapat sambutan hangat.
Moderator forum memberi penegasan bahwa pengalaman langsung dari lapangan merupakan mesin penggerak ekonomi riil.
Praktik warga diakui sebagai langkah nyata, bukan sekadar pelaksanaan program penghabis anggaran.
Konsep warga memanen hasil non kayu tanpa merusak alam sangat selaras dengan konsep Nature Based Solutions (NbS).
Pencapaian komunitas lokal di kancah global langsung mendapat apresiasi tinggi dari Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama.
Tokoh asal Lampung melihat keberhasilan warga sebagai bukti bahwa kearifan lokal mampu menjawab tantangan krisis iklim dunia.
“Tampilnya perwakilan Pesawaran di forum sekelas BKKCW 2025 bukan sekadar seremoni.
“Kehadiran Mariadi membuktikan solusi pelestarian alam justru lahir dari praktik masyarakat tingkat bawah melalui skema perhutanan sosial,” ungkap Mahendra di Bandar Lampung, Selasa, 6 Oktober 2026.
Ia menambahkan, masyarakat terbukti mampu melindungi ekosistem secara berkelanjutan sekaligus mengantongi manfaat ekonomi.
Pola kerja memanen komoditas kemiri tanpa menebang pohon merupakan aksi konkret yang adaptif serta berdampak langsung bagi kesejahteraan warga desa.
Lebih jauh, gagasan pelestarian berbasis komunitas amat sejalan dengan arah kebijakan strategis pemerintah pusat.
Mahendra mengingatkan komitmen Presiden RI Prabowo Subianto yang menetapkan Perhutanan Sosial sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Pesan Presiden Prabowo sangat jelas, dulu rakyat hanya bisa melihat hutan dari jauh, sekarang warga diundang masuk untuk menjaga sekaligus memanfaatkannya demi kemakmuran bersama,” tutup Mahendra.






