Menu
Precision, Actual & Factual

Hakim Geram Nasehati Saksi : Kamu Dari Tadi Manggut – Manggut Aja, Puluhan Juta Kau Kantongi!

  • Bagikan
Saksi Sidang TPK LamSel dengan Terdakwa Hermansyah Hamidi & Syahroni di PN Tanjungkarang. Foto Eka Putra

KIRKA.CO – Terus-terusan katakan lupa dan selalu minta diingatkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Muhammad Syaifudin selaku Staf Seksi Rehabilitasi dan Pembangunan Jalan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Lampung Selatan (Lamsel) dimarahi Hakim saat dirinya memberikan kesaksian dalam gelaran persidangan lanjutan perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Lampung Selatan, Rabu (10/03).

Kelima Saksi yang dihadirkan kali ini yaitu Adi Supriyadi selaku Aparatus Sipil Negara (ASN) dengan jabatan Kepala Seksi Rehabilitasi Pembangunan Jalan dan Jembatan di Dinas PUPR Lampumg Selatan, Desi Elmasari sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan di Dinas PUPR sekarang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Lampung Selatan.

Gunawan selaku ASN Kasi Tata Ruang Kawasan Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Lamsel, Rani Febria Veganita selaku ASN di Dinas PUPR, serta Muhammad Syaifudin sebagai Staf Seksi Rehabilitasi dan Pembangunan Jalan Jembatan Dinas PUPR Lampung Selatan.

Seluruhnya merupakan orang yang terlibat dalam menjalankan perintah dari kedua Terdakwa yakni Hermansyah Hamidi selaku Kepala Dinas (Kadis) PUPR, dan Syahroni selaku Kepala Bidang (Kabid) Pengairan, yang diketahui keduanya merupakan atasan dari para Saksi yang hadir di persidangan ini.

Dari kelima Saksi yang memberikan keterangannya kali ini di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang, salah satu saksi yang bernama Muhamad Syaifudin sempat dimarahi Hakim Anggota Edi Purbanus lantaran selalu berucap kata-kata lupa dan acap kali harus diingatkan oleh JPU terkait keterangannya di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) miliknya.

Sembari mendengarkan BAPnya dibacakan ulang oleh Jaksa, ia pun terus- menerus mengangguk  mengisyaratkan bahwa ia membenarkan bahwa itu adalah keterangan yang diberikannya di hadapan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang barang tentu baru saja ia ingat.

“Saksi Syaifudin, Kamu ini juga pura-pura manggut-manggut saja, Puluhan juta sudah Kau kantongi,” ucap Edi dengan nada geram.

Diketahui dalam keterangannya, Staf Seksi Rehabilitasi dan Pembangunan Jalan Jembatan Dinas PUPR Lamsel ini mengatakan bahwa ia bersama Tim menjalankan tugas yang telah dibagi, dimana saat itu dirinya bertugas untuk menghubungi nomor perusahaan rekanan yang diberikan oleh Syahroni.

Nomor tersebut dihubunginya guna meminta data dari perusahaan tersebut, yang selanjutnya data itu ia terakan dalam dokumen penawaran dan kemudian ia masukkan ke dalam Sistem Lelang, yang diakuinya bahwa perusahaan tersebut memang sudah diatur sebagai pemenang lelang tender.

Atas pekerjaan yang dilakukannya, Syaifudin mengaku dirinya telah menerima uang dari atasannya tersebut dalam beberapa tahap, dengan total sebanyak Rp30 juta.

Eka Putra

  • Bagikan