Kirka – Menyandang status calon tunggal tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032 bersama Banten, Provinsi Lampung terus mematangkan ketersediaan infrastruktur.
Universitas Lampung (Unila) mengambil langkah proaktif dengan membuka peluang pemanfaatan fasilitas kampusnya sebagai arena pertandingan.
Komitmen tersebut disepakati saat Rektor Unila, Lusmeilia Afriani, menerima kunjungan jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung.
Pertemuan lintas lembaga itu menjadi langkah awal untuk menginventarisasi kelayakan sarana olahraga akademik, sebelum tim verifikasi KONI Pusat turun langsung ke lapangan pada pertengahan April mendatang.
Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, menyambut baik sinyal positif dari otoritas kampus.
Ia memastikan pihak rektorat sangat terbuka mengakomodasi kebutuhan fasilitas bertaraf nasional.
“Pihak Unila siap mendukung penuh. Tugas selanjutnya adalah memetakan dan mengoordinasikan titik-titik venue di lingkungan kampus yang paling ideal serta memenuhi standar tanding,” paparnya, Jumat, 3 April 2026.
Lebih jauh, kesepakatan antara dua institusi melampaui sekadar urusan administrasi pinjam pakai gedung.
Terdapat agenda besar terkait pembinaan talenta berjenjang.
Taufik meyakini keterlibatan aktif sektor pendidikan, mulai dari bangku sekolah menengah hingga perguruan tinggi, memegang peran penting dalam mencetak patriot olahraga berprestasi.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mengubah wajah kampus hijau di Bandarlampung itu menjadi pusat penggodokan bakat lokal bermutu tinggi menjelang perhelatan akbar nanti.
“Perguruan tinggi tidak boleh berhenti sebatas penyedia sarana fisik. Kampus memiliki kapasitas besar untuk difungsikan sebagai sentra utama pembibitan atlet, guna menjamin keberlanjutan ekosistem olahraga daerah,” tegas Taufik.






