Kirka – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo menempati posisi puncak dalam survei tingkat kepuasan publik terhadap jajaran wakil menteri Kabinet Prabowo-Gibran.
Berdasarkan hasil riset Piramida Research & Consulting, Angga meraih tingkat kepuasan tertinggi di angka 82,6 persen.
Tepat di bawah Angga, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Isyana Bagus Oka menyusul ketat dengan perolehan 82,1 persen.
Sementara posisi ketiga ditempati Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza yang mengantongi kepuasan publik sebesar 80,3 persen.
Eksponen 98, Mahendra Utama, menyebut tingginya apresiasi masyarakat terhadap ketiga pejabat negara di atas menjadi bukti bahwa posisi wakil menteri bukan sekadar pelengkap struktur birokrasi.
Menurutnya, para wakil menteri terbukti tampil sebagai bagian penting di dalam mesin kabinet.
“Dalam teori delegasi dan kepemimpinan, wakil menteri berfungsi mempercepat koordinasi, mengawal program teknis, serta menjembatani kebijakan pemerintah pusat dan daerah,” ujar Mahendra Utama dalam keterangannya, Kamis, 15 Oktober 2026.
Lebih lanjut, Mahendra menjelaskan bahwa tingkat kepuasan publik atas performa wakil menteri mencerminkan efektivitas dukungan mereka terhadap menteri di masing-masing kementerian.
Pembagian peran di pucuk pimpinan kementerian harus berjalan selaras antara perumusan arah kebijakan dan eksekusi teknis.
“Jika menteri menetapkan arah kebijakan, maka wakil menteri yang memastikan implementasi di lapangan benar-benar berjalan.
“Karena alasan itulah, kinerja wakil menteri menjadi indikator kesehatan organisasi di sebuah kementerian,” tegas Mahendra.
Tingginya kepuasan masyarakat terhadap tiga wakil menteri turut memberi sinyal positif bagi jalannya roda pemerintahan Kabinet Prabowo-Gibran.
Kendati demikian, modal sosial dari masyarakat luas menuntut tanggung jawab pembuktian yang jauh lebih besar.
Senada dengan Mahendra, Direktur Piramida Research & Consulting, Imad Aziz, turut mengingatkan bahwa kepercayaan publik merupakan amanah besar bagi jajaran pemerintahan.
“Tingginya angka kepercayaan mencerminkan besarnya ekspektasi publik agar kabinet dapat menyelesaikan berbagai persoalan bangsa ke depan,” kata Imad Aziz.
Berangkat dari besarnya ekspektasi masyarakat, Mahendra Utama menekankan pentingnya menjaga capaian survei melalui kerja nyata yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
Fokus utamanya terletak pada penyelesaian persoalan mendasar, terutama di sektor perekonomian, ketahanan pangan, serta pembukaan lapangan kerja.
Mahendra juga memberikan catatan kritis agar wakil menteri yang populer di mata publik mampu menerjemahkan dukungan masyarakat menjadi program kerja yang terukur.
Baginya, masyarakat hanya melihat hasil kerja nyata di lapangan, bukan sekadar atribut jabatan.
“Tren positif di jajaran wakil menteri perlu terus dirawat agar tidak berhenti pada angka survei semata.
“Kabinet perlu memastikan setiap wakil menteri memiliki target yang jelas, indikator dampak yang terukur, serta akuntabilitas publik yang kuat,” pungkas Mahendra Utama.






