Jalan Beton Simpang Padang Ratu–Haduyang: Bukti Nyata Janji Pembangunan Lampung Tengah

Jalan Beton Simpang Padang Ratu–Haduyang: Bukti Nyata Janji Pembangunan Lampung Tengah
Proses pengerjaan konstruksi dan wujud akhir jalan beton yang mulus dilintasi warga di ruas Simpang Padang Ratu-Haduyang, Lampung Tengah. Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, memberi apresiasi atas langkah nyata Pemprov Lampung mewujudkan pemerataan infrastruktur daerah. Foto: Arsip Amron Pubian Jr/Istimewa/Kirka/Iz

Kirka – Penantian panjang puluhan tahun warga Kabupaten Lampung Tengah akhirnya tuntas.

Ruas jalan provinsi penghubung Simpang Padang Ratu menuju Jembatan Haduyang sekarang rampung dibangun ulang menggunakan konstruksi beton (rigid pavement).

Permukaan aspal hancur yang dulu menjadi pemandangan sehari-hari sudah berganti lapisan beton mulus.

Perubahan drastis infrastruktur langsung disambut antusiasme warga.

Bentuk syukur masyarakat terekam jelas dalam unggahan video akun TikTok Amron Pubian Jr (APJ), memperlihatkan kepuasan pengguna kendaraan saat melintasi jalur baru yang rapi.

Kebahagiaan warga sangat beralasan. Kepala Kampung Haduyang Ratu, Tengku Ikhsan, menegaskan warganya sudah terlalu lama mendambakan kelayakan akses transportasi.

Mewakili masyarakat, Ikhsan bersama Camat Padang Ratu Awet Agung Rifai melayangkan apresiasi kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal atas eksekusi pembangunan fisik di wilayah mereka.

Bagi Gubernur Rahmat Mirzani Djausal (Mirza), proyek jalan beton lebih dari sekadar pemenuhan program kerja.

Pemimpin tertinggi di Provinsi Lampung memegang komitmen kuat agar fasilitas publik benar-benar membawa manfaat langsung.

“Pekerjaan fisik bukan sekadar dievaluasi oleh pemerintah, melainkan langsung dirasakan manfaatnya oleh rakyat pengguna jalan setiap hari.

“Dampaknya sangat besar bagi perputaran perekonomian dan masa depan daerah kita,” ucap Gubernur Mirza, belum lama ini.

Realisasi perbaikan rute Padang Ratu-Haduyang turut mendapat atensi khusus dari kalangan pakar.

Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, membedah fenomena pembangunan pedesaan dari kacamata ekonomi makro.

Menurutnya, pembenahan akses sarana transportasi merupakan fondasi mutlak untuk memangkas angka kemiskinan sekaligus menghidupkan basis bisnis lokal.

“Infrastruktur jalan membawa efek positif yang sangat signifikan terhadap peningkatan output produktivitas warga.

“Merujuk rumusan World Bank, ketersediaan jalan pedesaan memegang peran sebagai batu loncatan utama menuju kemajuan sebuah wilayah,” urai Mahendra, Senin, 28 September 2026.

Aksesibilitas lancar dipastikan memotong tingginya biaya operasional distribusi hasil bumi.

Berdirinya infrastruktur beton kokoh menjadi pembuktian keseriusan pemerintah daerah mewujudkan pemerataan fasilitas publik bagi masyarakat pelosok.