Menu
Precision, Actual & Factual

LBH Pers Lampung : Bukti Sudah Tunjukkan Ada Tindak Pidana

  • Bagikan
Direktur LBH Pers Lampung Chandra Bangkit. Foto AJI Bandar Lampung

KIRKA.COLembaga Bantuan Hukum Pers Lampung selaku kuasa hukum dari Yehezkiel Ngantung seorang Jurnalis Metro TV yang mendapat intimidasi ketika melakukan tugas peliputan, mendorong pihak Kepolisian Daerah Lampung untuk segera menaikkan status penyelidikan menjadi penyidikan terhadap kasus kekerasan yang menimpa wartawan Lampung Barat tersebut.

Menurut Chandra Bangkit selaku Direktur LBH Pers Lampung, adanya kekerasan terhadap Yehezkiel Ngantung sudah terlihat jelas, dengan bukti dari beberapa rekaman kamera serta telephone genggam milik pewarta lain yang saat itu ikut meliput dan turut merekam momen kejadian detik-detik terjadinya intimidasi hingga mengarah ancaman dengan senjata tajam.

Hal tersebut diungkapkannya kepada pewarta KIRKA.CO saat dikonfirmasi melalui percakapan telephone via whatsapp Rabu malam (05/05), yang menjelaskan bahwa laporan dari kliennya tersebut telah resmi dilayangkan dan segala bukti tindak pidana dirasa telah cukup, dan seharusnya pihak Kepolisian segera meningkatkan status penanganan kasus itu ke tingkat berikutnya.

“Dalam hal ini LBH Pers Lampung mendorong Polres atau Polda segera meningkatkan status sidik terhadap kasus yang menimpa Yehezkiel Ngantung, sebab segala bukti sudah memperlihatkan jelas adanya tindak pidana,” ungkap Bangkit.

“Laporan juga telah resmi kami layangkan hari ini ke Mapolres Lampung Barat, jadi kami harap Kepolisian dapat serius melakukan tugasnya dan segera mengusut tuntas kasus tersebut, sebab di Lampung sudah kali kedelapan terjadi peristiwa yang hampir serupa,” terangnya.

Tindak pidana yang dialami oleh jurnalis Metro TV Lampung tersebut dilaporkan dengan Nomor: LP/B/225/V/2021/POLDA LPG/RES LAMBAR/SPKT dengan laporan tindak pidana setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 Ayat (2) dan Ayat (3), sebagimana dalam Pasal 18 Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Sementara diketahui sebelumnya peristiwa kekerasan yang dialami oleh Yehezkiel Ngantung diberitakan bermula ketika pada selasa kemarin (04/05), ketika dirinya melihat adanya kerumunan orang yang diduga melakukan unjuk rasa ricuh di depan kantor bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.

Ketika itu dirinya bergegas berinisiatif melakukan pengambilan gambar seperti pewarta pada umumnya, namun beberapa orang diduga preman yang ada dalam rombongan kerumunan merasa tak terima adanya peliputan yang dilakukan Yehezkiel Ngantung, sehingga pengejaran dengan senjata pun terjadi dan sempat terdapat peristiwa perebutan kamera milik pewarta Metro TV Lampung tersebut.

  • Bagikan