Sosok  

Fahri Hamzah Bicara Komitmen PKP Penataan Kawasan Pesisir

Wamen PKP Fahri Hamzah Kampung Nelayan Muara Angke
Fahri Hamzah Wakil Menteri PKP blusukan ke kawasan pesisir Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat 30 Januari 2026.

KIRKA – Fahri Hamzah meninjau langsung kelanjutan penataan kawasan pesisir Muara Angke, Jakarta Utara, pada Jumat 30 Januari 2026.

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) ini menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan masyarakat nelayan menempati hunian layak.

“Tentu melalui pemanfaatan struktur baik tiang pancang yang kokoh guna mengantisipasi kenaikan permukaan air laut,” jelas Fahri Hamzah.

Wamen PKP ini menjelaskan bahwa konsep rumah panggung bertingkat menjadi solusi.

Solusi paling rasional untuk diterapkan di wilayah dengan karakteristik tanah lunak dan risiko rob tinggi.

Penggunaan struktur panggung ini secara teknis menekan penggunaan urukan tanah (landfill).

Sehingga sirkulasi air alami di bawah bangunan tetap terjaga tanpa merusak ekosistem mangrove di sekitarnya.

Pemerintah merancang ruang di bawah rumah panggung tersebut agar warga dapat memanfaatkannya sebagai area produktif.

Seperti tempat memperbaiki jaring atau penyimpanan alat tangkap.

Penataan ini juga bertujuan menciptakan lorong-lorong akses lingkungan yang terangkat (elevated walkway).

Sehingga menghubungkan antarrumah sehingga mobilitas warga tidak terganggu saat pasang air laut tiba.

Kementerian PKP, sambung Fahri Hamzah mendorong pembangunan hunian yang tetap menjaga jarak aman dari garis pantai.

Langkah ini guna menyediakan ruang terbuka hijau sebagai pemecah gelombang alami.

Kementerian PKP memastikan bahwa masyarakat pesisir tidak kehilangan akses ke laut sebagai ruang hidup aslinya.

Namun tetap terlindungi dari ancaman abrasi melalui zonasi bangunan yang teratur.

Wamen PKP juga mengoordinasikan rencana ini dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sasarannya untuk mengintegrasikan sistem pengolahan limbah cair domestik terpadu di bawah lantai rumah panggung.

Dengan sistem pembuangan yang tidak langsung jatuh ke laut.

“Pemerintah menargetkan Kampung Nelayan Muara Angke menjadi model percontohan,” terang Fahri.

“Contoh hunian pesisir yang bersih, tertata, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan nelayan,” pungkas Wamen PKP.