Kirka -Sebanyak 177 petarung muda berebut tiket kualifikasi dalam ajang Wushu Taolu Championship di Hall Mal Chandra, Bandar Lampung, 3-4 Oktober 2026.
Ajang tingkat provinsi menjadi arena pembuktian hasil latihan sekaligus pemantapan mental juara bagi para peserta.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung memandang kompetisi memegang peranan penting dalam ekosistem pembinaan berjenjang.
Mewakili Ketua Umum KONI Lampung, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Yopi Hutomo Bhakti menegaskan bahwa arena pertandingan bukan sekadar ladang perburuan medali.
“Kita ingin setiap kejuaraan menjadi laboratorium prestasi.
“Sebuah tempat di mana atlet mendapatkan pengalaman, pelatih memperoleh bahan evaluasi, dan organisasi mengumpulkan data untuk menyusun pembinaan ke depan,” ujar Yopi, dilansir pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Kategori taolu, menurut Yopi, memiliki tingkat kesulitan spesifik karena menuntut perpaduan sempurna antara teknik, kecepatan, kekuatan, kelenturan, hingga keindahan gerak.
Prestasi tidak akan datang secara instan, melainkan mutlak membutuhkan disiplin baja serta latihan panjang.
Ia pun berpesan agar peserta menjadikan setiap laga sebagai proses pendewasaan diri menjadi atlet tangguh.
Pesan serupa datang dari Ketua Wushu Indonesia (WI) Lampung, Indra Halim.
Ia mengingatkan seluruh kontingen untuk menjunjung tinggi sportivitas dan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik di atas matras pertandingan.
“Menang adalah prestasi, tetapi semangat pantang menyerah serta perjuangan keras adalah kebanggaan yang sesungguhnya,” tegas Indra.
Guna memompa motivasi peserta, panitia juga menghadirkan sosok inspiratif wushu nasional, Edgar, sebagai tamu spesial.
Kehadiran sang bintang diharapkan mampu membakar nyali para petarung daerah agar tampil maksimal selama dua hari rangkaian turnamen bergulir.






