Tatap Porprov 2026, KONI Lampung Cek Denyut Nadi Cabor di Waykanan

Tatap Porprov 2026, KONI Lampung Cek Denyut Nadi Cabor di Waykanan
Tim KONI Lampung tengah melakukan verifikasi faktual cabang olahraga di Waykanan jelang Porprov 2026. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Tim Verifikasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung terus bergerak menyisir kesiapan daerah menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.

Di Kabupaten Waykanan, proses inventarisasi faktual ini menjadi penentu nasib sejumlah cabang olahraga (cabor) untuk bisa berlaga dalam ajang empat tahunan tersebut.

Langkah verifikasi yang dilakukan Tim 2 KONI Lampung ini berlangsung di Baradatu, Rabu, 25 Februari 2026.

Agenda tersebut mempertemukan jajaran pengurus provinsi dengan KONI Waykanan serta para ketua cabor setempat guna membedah kesiapan administrasi dan kondisi riil di lapangan.

Anggota Tim 2 KONI Provinsi Lampung, Rudi, menegaskan bahwa kunjungan bukan sekadar seremonial.

Data yang diambil hari ini akan menjadi landasan kebijakan di tingkat provinsi.

Pihaknya perlu memastikan cabor yang didaftarkan benar-benar hidup dan memiliki kepengurusan yang sah.

“Kami turun untuk memotret kondisi objektif. Verifikasi ini mencakup aspek administratif dan faktual.

“Hasil inventarisasi dari seluruh kabupaten/kota, termasuk Waykanan, akan kami bawa ke rapat pleno untuk memutuskan finalisasi cabor yang dipertandingkan,” ujar Rudi.

Sementara itu, Sekretaris KONI Waykanan, Marison Silaen, menyambut positif ketatnya proses seleksi.

Mewakili Ketua, ia menilai verifikasi faktual justru menjadi momentum bagi pengurus kabupaten (Pengkab) untuk menertibkan organisasi.

Marison menekankan, regulasi Porprov kali ini tidak main-main.

Ada ambang batas minimal yang harus dipenuhi setiap cabor jika ingin lolos kualifikasi kepesertaan.

“Jadi peringatan dini bagi rekan-rekan cabor. Syarat mutlaknya jelas, satu cabor baru bisa dipertandingkan di Porprov jika memiliki kepengurusan aktif minimal di delapan kabupaten/kota.

“Jika tidak memenuhi kuota itu, cabor tersebut otomatis tereliminasi,” tegas Marison.

Ia menambahkan, kehadiran tim verifikasi provinsi harus dimanfaatkan sebagai sarana konsultasi dan edukasi.

Dengan demikian, cabor di Waykanan tidak hanya siap secara teknis atlet, tetapi juga tertib secara administrasi organisasi saat perhelatan Porprov digelar Oktober-November 2026 mendatang.