Seleksi Ketat Porprov Dimulai, Nasib 26 Cabor Mesuji Dipertaruhkan

Seleksi Ketat Porprov Dimulai, Nasib 26 Cabor Mesuji Dipertaruhkan
Suasana verifikasi faktual administrasi cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Mesuji oleh Tim III KONI Provinsi Lampung yang dipimpin Riagus Ria. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mulai bergerak memetakan kekuatan daerah jelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Langkah ini diawali dengan verifikasi faktual di Kabupaten Mesuji, Selasa, 24 Februari 2026, yang menjadi ujian perdana bagi kelayakan 26 cabang olahraga (cabor) setempat.

Wakil Ketua Umum II KONI Lampung sekaligus Ketua Tim III, Riagus Ria, memimpin langsung validasi lapangan.

Tim III mendapat mandat khusus menyisir kesiapan lima wilayah, yakni Mesuji, Tulang Bawang, Tulangbawang Barat, Lampung Tengah, dan Lampung Timur.

Targetnya spesifik, memastikan cabor yang lolos ke Porprov bukan hanya hidup di atas kertas.

“Verifikasi untuk memotret kondisi riil di lapangan, bukan sekadar laporan.

“Kami cek validitas administrasi, jumlah atlet, kualifikasi wasit juri, pelatih, hingga fisik sarana prasarana yang dimiliki,” tegas Riagus.

Dari data awal, tercatat 26 cabor terdaftar di KONI Mesuji.

Namun, pantauan di lokasi menunjukkan tidak seluruh perwakilan cabor hadir pada sesi verifikasi hari pertama, dengan beberapa dijadwalkan menyusul.

Potensi dan Fasilitas

Temuan lapangan Tim III menyoroti ketimpangan yang cukup tajam di Mesuji.

Riagus mengakui, secara sumber daya manusia (SDM), Mesuji memiliki bibit atlet yang menjanjikan dan kompetitif.

Namun, potensi ini terhambat oleh infrastruktur yang belum memadai.

“Potensi atlet di Mesuji cukup menjanjikan. Tapi, harus diakui kendala utamanya ada pada sarana dan prasarana yang masih sangat minim.

“Banyak cabor belum memiliki fasilitas latihan yang standar,” ungkap Riagus.

Cabor Mati Suri

Dalam roadshow ini, Riagus didampingi tim verifikator yang terdiri dari Alfi Darwin, Dr. Yopi Hutomo Bhakti, Ahmad Abas, dan Suhaimi. Mereka membawa standar ketat regulasi Porprov.

Salah satu syarat mutlak yang ditekankan adalah eksistensi pengurus.

Cabor hanya akan dipertandingkan di Porprov jika memiliki kepengurusan aktif di minimal 50 persen plus satu dari total kabupaten/kota di Lampung, atau setidaknya di delapan daerah.

“Nanti data dari seluruh tim akan direkapitulasi. Kita akan petakan mana cabor yang memenuhi syarat administrasi dan mana yang belum. Ini akan menjadi dasar penentuan cabor yang dipertandingkan,” jelasnya.

Selain aspek administratif, KONI kabupaten juga didorong untuk menajamkan fokus pada cabor unggulan yang berpotensi mendulang medali, alih-alih memaksakan kuantitas cabor namun minim prestasi.

Usai merampungkan verifikasi di Mesuji, Tim III dijadwalkan bergerak maraton ke Tulang Bawang pada Rabu pagi, dilanjutkan ke Tulang Bawang Barat pada siang harinya.

Rangkaian verifikasi akan ditutup di Sukadana, Lampung Timur, sebelum seluruh hasil dibawa ke Rapat Koordinasi (Rakor) penentuan nomor pertandingan.

“Kita ingin pastikan Porprov nanti berkualitas, diikuti cabor yang siap secara administrasi dan pembinaan, bukan sekadar penggembira,” pungkas Riagus.