Kirka – Isu mengenai adanya atlet berprestasi yang luput dari pantauan langsung direspons cepat oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung.
Tak ingin polemik berlarut, Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa radar pemantauan bakat terus menyala, sembari meminta Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga (Cabor) untuk lebih jemput bola dalam menyetor data valid.
Penegasan ini disampaikan Taufik guna meluruskan dinamika yang berkembang terkait nasib atlet potensial daerah.
Ditemui di ruang kerjanya, Taufik menekankan bahwa di tengah persiapan panjang menuju tuan rumah PON XXIII/2032 dan pemetaan kekuatan PON 2028, sinergitas antara KONI dan Cabor adalah harga mati.
“Memang kami memiliki keterbatasan jangkauan, namun itu bukan alasan. Tugas kami memantau, tapi ini kerja kolektif.
“Kami butuh perpanjangan tangan yang akurat dari mitra utama kami, yakni pengurus cabang olahraga,” ujar Taufik, dilansir pada Senin, 2 Februari 2026.
Sang nahkoda olahraga Lampung ini mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak saling menyalahkan.
Menurutnya, di era digital saat ini, hambatan komunikasi birokratis seharusnya bisa dipangkas.
Ia menantang pengurus Cabor untuk memanfaatkan percepatan teknologi informasi agar data prestasi atlet bisa sampai ke meja KONI secara real time.
“Belum ada kata terlambat. Mari perkuat koordinasi secara organisasi. Jika data masuk cepat dan akurat, KONI bisa segera mengeksekusi langkah strategis.
“Ini penting agar atlet merasa diperhatikan, baik dari sisi teknis maupun non-teknis, dan merasa menjadi bagian utuh dari perjuangan prestasi Lampung,” paparnya.
Taufik mengingatkan bahwa intervensi peran harus dihindari, namun konsolidasi data mutlak dilakukan demi pembinaan yang terarah.
Di luar isu pemantauan, kabar positif datang dari barisan atlet elite Lampung.
Sejumlah nama dipastikan kembali menghuni kawah candradimuka Pelatnas untuk persiapan Asian Games yang akan dihelat September 2026 mendatang.
Merespons hal ini, Taufik menjanjikan KONI tidak hanya akan sekadar memantau, tetapi juga memberikan stimulus nyata.
“Kami siapkan apresiasi, semacam suntikan semangat tambahan bagi mereka yang membawa nama Lampung di pentas internasional.
“Mungkin ada tambahan tali asih, walau nominalnya tentu menyesuaikan dengan kemampuan anggaran saat ini,” ungkapnya.
Sekadar informasi, hingga akhir Januari, 4 patriot olahraga Lampung sudah dipastikan mengamankan tiket ke Pelatnas.
Mereka adalah Indah Permata Sari (Judo), Nabila Maharani (Tinju), serta duo dari lintasan atletik, Novi Anggun Lestari dan Galuh Chandra Hidayat.
Jumlah ini diprediksi masih akan bertambah.
Taufik menyebut potensi besar pada Sa’dan Ahmed (Pencak Silat) dan Sevi Nurul Aini (Kick Boxing) yang kini masuk dalam radar tim pelatih nasional berkat performa impresif mereka di SEA Games lalu.






