KIRKA – Propam Polda Lampung telusuri soal pria berbaju gegana todongkan pistol kepada warga di wilayah Kota Bandar Lampung.
Kejadian yang terlanjur viral lewat video yang menyebar itu, kini diklaim oleh Propam Polda Lampung tengah diselidiki.
Dalam keterangan tertulisnya yang diterima KIRKA.CO pada 10 November 2022, Kepala Bidang Propam Polda Lampung, Kombes Pol Mohamad Syarhan menegaskan kejadian tersebut sedang ditindaklanjuti oleh jajarannya.
Baca juga: Polda Lampung Diminta Responsif Soal Pria Berbaju Gegana Todongkan Pistol
”Saat ini Bidang Propam Polda Lampung sedang melakukan klarifikasi terhadap kejadian tersebut,” ujar mantan Kepala Polres Lampung Selatan tersebut.
Respons Kombes Pol Mohamad Syarhan ini merupakan pemutakhiran informasi yang dilakukan KIRKA.CO. Sebelumnya yang bersangkutan belum memberikan respons ketika ditanya ihwal video viral pria berbaju gegana todongkan pistol ke warga.
Berdasar pada video viral yang beredar, seorang pria yang mengenakan baju dengan tulisan gegana diduga terlibat cekcok dengan sejumlah orang.
Baca juga: Polda Lampung Ungkap Dugaan Penyelewengan Distribusi Pupuk Bersubsidi
Kejadian itu disebut-sebut terjadi pada 8 November 2022 di Jalan Soekarno Hatta Bypass, Bandar Lampung, tepatnya di depan Kantor Ekspedisi Baraka Sarana Tama.
Di video tersebut, dituliskan kepsen atau keterangan ”Anggota Gegana Arogan Todongkan Senpi ke Warga Sipil”.
”Ngeluarin senpi ya, ngeluarin senpi ya,” ucap perekam video tersebut sambil mengarahkan kameranya kepada pria yang mengenakan baju bertuliskan gegana.
Baca juga: Polda Lampung Tangkap Sindikat Pemalsuan Surat Tanah
Ketika disorot perekam, pria yang diduga mengeluarkan senjata api atau pistol itu terlihat mengarahkan tangannya ke belakang punggungnya. Tangannya terlihat seperti hendak menutupi sesuatu di balik badannya menggunakan baju yang ia pakai.
Belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab percekcokan tersebut. Namun yang pasti, sejauh ini Brimob Polda Lampung menegaskan bahwa pria berbaju gegana itu bukan lah anggota Brimob Polda Lampung.
Di sisi lain, motif di balik percekcokan itu diminta untuk ditelusuri dan diungkapkan ke publik. Peristiwa penodongan senjata api ini dinilai telah membahayakan bagi masyarakat sipil dan disarankan agar Polda Lampung mengamankan senjata api tersebut.






