Menu
Precision, Actual & Factual

Wagub Lampung Chusnunia Chalim Terakan Nama 2 Dokter Dalam Suratnya

  • Bagikan
Wagub Lampung Chusnunia Chalim mangkir dari panggilan sidang di PN Tipikor Tanjungkarang. Dalam forum sidang, ia dinyatakan KPK mangkir tanpa keterangan. Sesaat sidang selesai, Chusnunia mengirimkan surat sebagai alasannya tidak hadiri panggilan hakim. Foto akun Instagram @mbak_nunik

KIRKA.CO – Sebagai dalilnya mengapa tidak hadir ke persidangan perkara korupsi Bupati Lampung Tengah periode 2016-2021 Mustafa, Wagub Lampung Chusnunia Chalim mengirimkan surat ke PN Tipikor Tanjungkarang dan juga ditujukan ke KPK.

Ia harusnya hadir ke PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis kemarin, 27 Mei 2021 karena hakim telah mengeluarkan penetapan untuk dia diperiksa secara konfrontir bersama 4 orang lainnya.

Poin dari konfrontir itu adalah menyoal penerimaan uang dari hasil korupsi Mustafa. Chusnunia atau yang tenar disapa Nunik itu ternyata tidak hadir.

Selain dia, Vice President PT SGC Lee Purwati Couhault pun melakukan hal serupa. Dalam forum persidangan, 2 orang ini tak hadir tanpa keterangan.

Khusus kepada Lee Purwati, forum persidangan itu nantinya akan membahas tentang keterlibatan Lee Purwati pada konteks pemberian mahar politik ke Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar.

Berkali-kali nama Lee Purwati disebut para saksi yang memberi keterangan di persidangan. Yang kemudian dianggap perlu oleh majelis hakim untuk diperiksa.

Nama Lee Purwati sejak awal memang tak lepas dari perkara korupsi Mustafa terlebih pada hal yang berkaitan dengan kontestasi Pilgub Lampung 2018 silam.

Sebab dalam perkara Mustafa, ada bagian atau peristiwa yang berkorelasi dengan proses Pemilu tersebut.

Kembali pada konteks surat Nunik. Sebelumnya telah diberitakan KIRKA.CO, Nunik mengatakan baru saja menerima surat panggilan dari KPK.

Sehingganya ia tak bisa hadir sesuai dengan keterangan dalam surat panggilan tersebut.

Selain poin itu, Nunik juga menerakan keterangan tambahan yang menyebutkan ia sedang disarankan oleh medis untuk beristirahat total.

Konteks itu berkorelasi dengan kondisi Nunik yang mengaku sedang hamil muda. Hal-hal ini dituangkan dalam surat Nunik yang dibaca KIRKA.CO dan telah ia tandatangani sendiri.

“Bahwa selain hal tersebut, perlu juga kami informasikan kepada Yang Mulia Ketua
Majelis Hakim beserta Bapak Penuntut Umum, bahwa saat ini saya sedang hamil muda (usia kehamilan 9-10 Minggu), dan saya mengalami kondisi yang lemah, sebagaimana Surat Keterangan, sbb

a. Surat Keterangan Sakit dari UPTD Balai Laboratorium Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dokter pemeriksa dr. Aditya, M. Biomed, tertanggal 24 Mei 2021.

b. Surat tertanggal 25 Mei 2021, Surat Keterangan Dokter RSIA Belezza Kedaton atas nama dokter yang memeriksa dr. Ratna Dewi, SpOG.

Yang pada Keterangan menerangkan bahwa ada resiko Ringan-sedang untuk melakukan aktifitas sehari-hari dengan Saran: Bed rest total dengan evaluasi kehamilan”.

Untuk diketahui, itu adalah beberapa poin yang disampaikan Nunik dan diterakan secara utuh tanpa proses edit sedikitpun.

Mengenai isi surat tersebut, pihak pengadilan telah membenarkannya. Namun sayang, KPK belum memberikan respons terkait surat yang dilampirkan Nunik.

  • Bagikan