Menu
Precision, Actual & Factual

Upaya Makelar Kasus Di Lampung Selatan Membuat Aktivis Lampung Tertawa Geli

  • Bagikan
Ilustrasi. Foto Istimewa

KIRKA.CO – Munculnya dugaan upaya makelar kasus di sidang lanjutan kasus korupsi Lampung Selatan agar eks Kadis PU-PR Lamsel Hermansyah Hamidi untuk tidak menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat Koordinator Presidium Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah ( KPKAD) Lampung, Ginda Ansori Wayka tertawa geli.

“Bisa tah ? tidak ada seperti itu, apalagi ini KPK. Apa mau memanfaatkan Ketum Partai untuk masuk ke KPK minta tolong. Mana bisa, justru orang curiga. Jadi menurut saya hadapi hukum dengan benar. Kalau kemudian masuk penjara itu nikmati. Karena sesuai dengan perbuatan,” kata Ginda Ansori, Jumat (16/04).

Kasus korupsi di Kabupaten berjuluk Khagom Mufakat yang dilakukan oleh Eks Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan Cs ini, kata dia, sudah terang benderang.

“Jadi jangan masuk disana kalau mau minta tolong. Tidak bisa, apalagi eks Kadis PUPR Hermansyah Harmidi memiliki peran penting dengan Bupati. Sementara Bupatinya saja ditangkap karena persoalan proyek yang salah satunya ada di dia,” ungkap dia.

“Jadi jangan kemudian mencoba untuk menjadi pahlawan kesiangan. Gak bisa pak? Kalau pidana tidak ada yang difasilitasi begitu. Makanya jangan percaya dengan adanya Makelar Kasus. Kalau kasus pidana itu tidak bisa dirunding-runding, jangan sampai ada klaim saya memiliki saudara di KPK. Jangan, gak laku itu,” ungkap Gindha Ansori Wayka.

Sementara itu, Komite Aksi Masyarakat dan Pemuda (KAMPUD), Seno Aji menyayangkan adanya dugaan makelar kasus di persoalan tersebut. Karena, tindak pidana korupsi ini merupakan kejahatan yang luar biasa.

“KPK harus mengambil sikap dan menelusuri ini. Berarti ada celah yang diduga bisa untuk bermain, sehingga bisa menciderai rasa keadilan,” ungkap Seno.

Ia berharap lembaga Anti Rasuah ini bisa menjaga integritas dan objektif dalam melakukan pemberantasan korupsi.

Arif Wiryatama

  • Bagikan