Menu
Precision, Actual & Factual

Uang Fee Proyek Jadi Mahar, Mengalir ke Oknum Elit Parpol

  • Bagikan
Paryono saat berikan Kesaksian pada sidang Terdakwa Mustafa. Sumber Eka P

Kirka.coBandar Lampung – Pada Gelaran sidang Kamis (25/02), Fakta persidangan menyeret beberapa nama elit parpol termasuk dalam pencarian rekomendasi dukungan Partai Hanura dan PKB dengan cara negosiasi menggunakan aliran dana fee proyek dari para rekanan.

Sementara dari kesaksian ketiganya disebut bahwa aliran dana fee proyek sebesar Rp. 18 milyar mengalir ke PKB melalui Legislator DPRD Lampung Fraksi PKB Midi Iswanto dan Khaidir Bujung untuk mendapatkan rekomendasi partai, namun akhirnya dikembalikan Rp.14 milyar lantaran PKB justru memberikan dukungan pada Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim dalam gelaran Pilgub Lampung 2018.

“Akhir tahun 2017 Paryono mengajak Saya ke rumah Pak Midi, Legislator DPRD Lampung PKB Lampung untuk menyerahkan uang titipan Pak Mustafa sejumlah 5 milyar, disaksikan Khaidir Bujung. Penyerahan uang tersebut masih berhubungan dengan pencalonan Mustafa dalam Pilgub Lampung 2018. Kondisi uang dibungkus dengan kardus,” jelas Rizani.

Penjelasan berikutnya dari Rizani Adi Wijaya, “Setelah beberapa hari kemudian Paryono atas perintah Mustafa menelpon Saya kembali untuk menemani Dia (Paryono,red) ke rumah Midi Iswanto untuk yang kedua kali. Tujuan kedatangan Kami adalah mengambil uang sejumlah 12 milyar. Pak Midi juga mengatakan uang 12 milyar ini tolong dikembalikan pada Pak Mustafa, jelas Rizani.

Pada kesaksian Paryono Sekretaris Partai Nasdem Lampung Tengah menggambarkan bahwa pernah diperintah Mustafa dalam pertemuan disebuah Cafe di Bandar Lampung.

“Saya dipanggil Pak Mustafa untuk ketemu disebuah Cafe, dalam obrolan disana Pak Mustafa minta tolong bantuan dalam pencalonan beliau menjadi Gubernur Lampung. Khususnya mendapatkan rekomendasi dari PKB, Saya diperintahkan berkomunikasi dengan Mofaje Caropeboka (Mofa, red) Ketua Garda Nasdem Lampung,” Paryono memulai penjelasan.

“Pak Mofa mengatakan tolong siapkan dananya pada Saya. Waktu itu Saya dan Pak Mofa memasukkan beberapa kardus ke dalam mobil, lalu Saya dengan Rizani berangkat kerumah Mas Midi Iswanto sesuai perintah Pak Mustafa. Uang sejumlah 5 milyar, Saya serahkan kepada orang PKB dituju, yang menerima Pak Midi Iswanto dan Khaidir Bujung,” jelas Paryono menjawab pertanyaan Jaksa KPK.

Setelah Saya serahkan uang pada orang PKB, Saya langsung laporan ke Pak Mustafa, saya katakan uang untuk PKB sudah saya berikan.

Masih dalam kesaksian Paryono, dengan kronologis menjelaskan. “Setelah beberapa waktu Saya dihubungin oleh Ajudan Pak Mustafa, untuk datang ke Rumah Dinas Bupati di Gunungsugih Lampung Tengah. Saat itu dimintai membantunya lagi, mengantarkan uang sejumlah 13 milyar untuk dana rekomendasi PKB, Pak Mustafa tegaskan soal dana 13 milyar agar berkomunikasi dengan Mofa.

Terus Pak Mofaje bilang dana cuma ada 9 milyar, setelah terkumpul 13 miliar lalu Saya komunikasi Mas Midi, dan uang dalam 17 kardus diambil sendiri oleh supirnya Mas Midi dirumah Saya. Jadi yg diserahkan ke PKB ada 18 miliar.
Total dana untuk PKB 18 milyar yang diterima Pak Midi Iswanto dan Khaidir Bujung,” jelas Paryono.

Diakhir kesaksian Paryono soal dana untuk mahar PKB, “Pak Mustafa telepon Saya terkait uang yang sudah diserahkan kepada kepada PKB (Midi Iswanto & Khaidir Bujung, red), tolong diambil lagi karena rekom dari PKB tidak jadi. Uang pengembalian dari PKB dikembalikan bertahap.

“Pertama dikembalikan Mas Midi 2 milyar, lalu setelahnya saya bertemu lagi dengan Mas Midi dan dikembalikan 12 milyar yang Saya langsung antar kerumah rumah Bang Mofaje. Saya tidak tahu Pak sisanya apakah sudah dikembalikan atau belum,” ujar Paryono menjawab pertanyaan Taufiq Ibnugroho.

Eka Putra

  • Bagikan