Menu
Precision, Actual & Factual

Tuntutan Kejati Lampung Kepada Terdakwa yang Dilabeli Dalang Korupsi Pajak MBLB

  • Bagikan
Gedung Kejaksaan Tinggi Lampung. Sumber foto: Twitter @KejatiLpg

KIRKA.CO – Sebelum disidangkan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung menyebut bahwa tersangka YY (Yuyun Maya Saphira) diduga sebagai dalang di balik perkara korupsi atas penggelapan penerimaan pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).

Penarikan pajak MBLB diduga telah digelapkan oleh YY dan 3 tersangka lainnya senilai Rp 2 miliar lebih.

Para tersangka seluruhnya bertugas pada BPPRD Lampung Selatan yang dipimpin oleh Burhanudin.

Burhanudin tercatat sudah dua kali menjabat sebagai Kepala BPPRD Lampung Selatan.

Pada Jumat, 25 Juni 2021, penanganan perkara ini telah sampai pada tahap persidangan dengan agenda pembacaan surat tuntutan.

Yuyun dinilai telah terbukti bersalah sesuai dengan Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 18 Ayat (1) UU No 31 Tahun 1999, sebagaimana telah dirubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Yuyun Maya Saphira dengan pidana penjara selama 5 tahun, dan menghukum terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp200 juta, apabila tidak sanggup membayar, terdakwa dijatuhi hukuman kurungan pengganti denda selama empat bulan kurungan,” ujar JPU Kejati Lampung Yudhi Setyawan membacakan tuntutannya.

Kemudian Yuyun juga diminta untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 2.268.186.300.

“Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka dipidana dengan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan,” lanjut Yudhi –Jaksa Madya kelahiran 1971 itu.

  • Bagikan