Menu
Precision, Actual & Factual

Tim Tabur Kejagung & Kejati Maluku Tangkap Buronan Ong Onggianto Andreas Saat Bersembunyi Di Royal Apartemen Makasar

  • Bagikan
Tim Tabur Kejagung & Kejati Maluku Tangkap Buronan Ong Onggianto Andreas saat di Royal Apartemen Makasar. Foto Puspenkum Kejagung

KIRKA.CO – Pada Selasa siang (09/03)  pukul 13:20 WITA, Tim Tabur Kejagung bersama Tim Tabur Kejati Maluku berhasil mengamankan Buronan Tindak Pidana Korupsi atas nama Terpidana Ong Onggianto Andreas di Royal Apartement Lantai 26 Kamar 03 Kota Makassar, Sulawesi Selatan yang merupakan buronan dari Kejati Tinggi Maluku.

Pria kelahiran Ambon 39 tahun yang lalu ini adalah warga Kecamatan Sirimau,  Kota Ambon, Maluku. Onggianto yang juga Direktur CV. Aneka bersama Samuel Kololu dan Hanny Samallo, telah membuat dan menandatangani Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) fiktif tahun 2010 di BLK Maluku untuk kegiatan yang belum tercantum dalam DIPA.

Kepada Redaksi Kirka.co, Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak membagi informasi perihal konstruksi dan kronologis perkara yang menjerat Onggianto hingga menjadi Buronan pihak Kejaksaan Maluku.

Bahwa SPMK kegiatan pengadaan obat dan pembekalan Kesehatan, peralatan Laboratorium dan peralatan pemeriksaan Napza pada Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Maluku yang dibiayai APBD Tahun Anggaran 2010 telah diajukan oleh Terdakwa untuk jaminan kredit di Bank Maluku.

Setelah kredit cair ternyata tidak bisa dibayar karena pekerjaan sebagaimana tercantum dalam SPMK tidak ada, dan akibat perbuatan Terdakwa telah merugikan keuangan daerah sebesar Rp. 2.250.000.000,-.

“Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 1713 K/Pid.Sus/2013 tanggal 15 Januari 2014, Terpidana Ong Ongginto Andreas dijatuhi pidana penjara selama 5  tahun serta dihukum membayar denda sebesar Rp300 juta Subsidiair 6 bulan kurungan dan dihukum membayar uang pengganti Rp. 516.050.000,- Subsidiair 1 bulan,” ujar Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

“Terpidana Ong Onggianto Andreas diamankan di Royal Apartement Lantai 26 Kamar 03 Kota Makassar, Sulawesi Selatan setelah sebelumnya melarikan diri sejak tahun 2014 usai pihak Jaksa Eksekutor melakukan pemanggilan secara patut dan layak berdasarkan ketentuan, namun yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan untuk melaksanakan hukuman,” imbuhnya.

“Melalui program Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan, kami menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri danmempertanggung- jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,” pungkas Kapuspenkum Kejagung.

Eka Putra

  • Bagikan