Menu
Precision, Actual & Factual

Terdakwa Korupsi Sekwan DPRD Tuba Nangis, Saat Bacakan Pledoi Karena Ingat Ketiga Anaknya

  • Bagikan
Suasana Persidangan Lanjutan Korupsi Sekwan DPRD Tulangbawang pada Kegiatan Fiktif Sekwan Di PN Tanjungkarang (20/03). Foto Eka Putra

KIRKA.CO – Terdakwa Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tulangbawang, menangis di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang sembari membacakan nota pembelaannya, ia memohon keringanan hukuman dari Hakim atas ulahnya yang telah merugikan Keuangan Negara sebesar Rp 3 miliar lebih.

Syahbari membacakan sendiri nota pembelaannya di persidangan lanjutannya kali ini (29/03), sebab dalam proses sidang semenjak awal dibuka pada agenda pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), ia memang tak pernah sekalipun didampingi oleh kuasa hukum, sehingga di gelaran hari ini Pledoi yang ditulisnya sendiri dibacakannya langsung meski berbarengan dengan isak tangis.

Di dalam nota pembelaannya, ia mengaku bersalah telah melakukan korupsi, ia pun memohon keringanan hukuman dari Majelis Hakim dengan alasan bahwa dirinya adalah seorang tulang punggung keluarga yang harus membiayai ketiga anak perempuannya yang masih kecil, dirinya pun menginginkan keputusan yang seadil-adilnya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya tersebut.

Terdakwa Syahbari Saat Menangis Sembari Bacakan Nota Pembelaannya. Foto Eka Putra

“Saya mohon keringanan hukuman dari Majelis Hakim, Saya seorang tulang punggung keluarga, ketiga Anak Perempuan Saya masih kecil-kecil, Ayah Mertua Saya sakit – sakitan, Saya mohon keputusan Yang Mulia Majelis Hakim bisa seadil-adilnya,” ungkapnya sembari menitikan air mata.

Sementara dua Terdakwa lainnya yakni Nurhadi dan Badruddin, turut membacakan nota pembelaannya secara bergiliran di persidangan ini, namun keduanya didampingi oleh tim Kuasa Hukumnya yang juga turut membacakan masing-masing pledoi dengan menerakan fakta persidangan, dimana perbuatan Nurhadi dan Badruddin seluruhnya merupakan pelaksanaan perintah dari Terdakwa Syahbari yang dianggap berkuasa dan dekat dengan para Anggota DPRD Tuba sehingga keduanya memohon putusan bebas dari Majelis Hakim.

Diketahui ketiga Terdakwa disidangkan lantaran telah melakukan Korupsi terhadap dana APBD Kabupaten Tulang Bawang pada tahun anggaran 2018 dan 2019, yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 3.708.195.850 (Tiga miliar tujuh ratus delapan juta seratus sembilan puluh lima ribu delapan ratus lima puluh rupiah).

Para petinggi Sekwan Tuba ini didakwa melakukan kejahatannya dengan cara membuat daftar kegiatan fiktif, yang dalam hal ini Badruddin selaku Sekretaris memerintahkan Syahbari PPTK Pelayanan Administrasi Perkantoran untuk membuat surat penyediaan dana untuk beberapa kegiatan, yang selanjutnya pengajuan dana tersebut dicairkan oleh Nurhadi selaku Bendahara Sekwan.

Dari beberapa kegiatan yang masuk ke dalam Item penganggaran, sebagian tidak pernah terlaksana di tahun 2018, yang diantaranya adalah kegiatan Masa Reses, Perencanaan dan Konsultasi Penataan Keuangan dan Pelaporan, serta Pelayanan Administrasi Perkantoran.

Sementara pada tahun anggaran 2019, kegiatan fiktif yang dibuat oleh ketiganya diantaranya adalah kegiatan Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Perda), Peningkatan Kualitas Kinerja Badan Kehormatan serta Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah, hingga pada kegiatan Evaluasi dan Kajian Perda.

Eka Putra

  • Bagikan