Menu
Precision, Actual & Factual

Tanggapi MAKI, Hakim Buka Peluang Perintahkan KPK Panggil Muhaimin Iskandar hingga Purwati Lee

  • Bagikan
Ketua Umum DPP PKB A.Muhaimin Iskandar. Foto Istimewa

KIRKA.CO – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi [MAKI] Boyamin Saiman sepenuhnya berharap dan memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara suap dan gratifikasi mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa, agar menghadirkan sosok Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Vice President PT Sugar Grup Companies Purwati Lee, Anggota Komisi XI DPR RI Ela Siti Nurmayah, dan Khairudin Gustam seorang kader Partai Demokrat.

Permohonan itu diutarakan Boyamin menyikapi fakta persidangan Kamis kemarin, 4 Maret 2021 di PN Tipikor Tanjungkarang.

Menurut dia hakim harus memperjelas keberadaan nama yang disebut oleh Musa Zainudin dan Midi Iswanto ketika memberikan kesaksian perihal penggunaan Rp 18 M atau yang berkait dengan uang bagian hasil pungutan ijon proyek Dinas Bina Marga yang dikucurkan Mustafa atas pertemuan dan komitmennya dengan mantan Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim demi mendapatkan dukungan PKB.

“Demi membuat terang perkara seterang kaca dan demi keadilan bagi masyarakat Lampung yang menjadi korban korupsi. Mestinya hakim meminta kepada jaksa KPK menghadirkan mereka,” ujar Boyamin.

Menanggapi itu, majelis hakim yang memimpin jalannya persidangan tersebut mengatakan terlebih dulu membuat musyawarah.

Purwati Lee saat Kampanye Pilgub Lampung 2018. Foto Istimewa

“Kita lihat nanti. Dan majelis kalau mau memutuskan sesuatu, harus musyawarah. Dan sepakat minimal 3 atau 4 orang. Di samping itu, saksi yang dalam berkas masih banyak. Terimakasih,” imbuh Efiyanto, Sabtu (06/03) kemarin.

Diketahui Musa Zainudin mantan anggota DPR RI yang memilih menyebut meminjamkan mobil Fortuner putih BE 1281 BB kepada Chusnunia Chalim selama 4 tahun sejak 2015, bahwa Purwati Lee telah memberikan Rp 40 M kepada Muhaimin Iskandar.

Sehingganya DPP PKB menjatuhkan dukungannya kepada calon gubernur untuk Pilkada 2018 di Lampung terhadap Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim.

Musa menjadi saksi dalam perkara Mustafa tersebut bersama dengan Chusnunia Chalim. Keduanya diperiksa bersamaan dan dimintai keterangan berkait dengan mobil Fortuner.

Chusnunia Chalim mengatakan mobil tersebut secara fisik sampai kini masih dipegangnya. Sementara itu Musa mengatakan mobil tersebut telah ia jual.

Menyoal pemberian uang dari PT SGC, Musa menyebut kabar itu ia dengar dari Khairudin Gustam -yang tinggal di Kota Metro, Lampung- ketika keduanya bertemu di Lapas Sukamiskin.

Sementara itu, Midi Iswanto mengatakan bahwa uang Rp 18 M dari Mustafa telah digunakan juga oleh Chusnunia Chalim. Rp 1 M diantaranya telah diberikan Midi kepada Ela Siti Nurmayah atas perintah Chusnunia Chalim.

Ela termasuk orang dekat Chusnunia Chalim. Selain keduanya sama-sama adalah kader PKB, Ela Siti Nurmayah. Siti pun dulunya adalah anggota DPRD Lampung Timur.

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan