Menu
Precision, Actual & Factual

Sumatera Utara, NTT & Gorontalo Tertinggi Belanja Miras Hingga Triliuan Rupiah

  • Bagikan
Provinsi dengan konsumen miras terbanyak | Fadhlan Aulia /Lokadata.id

KIRKA.CO – Setelah mendapat banyak protes, pemerintah akhirnya mencabut kebijakan pembukaan investasi baru minuman keras (miras) di empat provinsi. Wilayah mana di Indonesia yang paling banyak belanja miras?

Pada awalnya, kebijakan investasi miras tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 10 tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang diterbitkan pada 2 Februari 2021.

Melalui kebijakan itu, pemerintah membuka izin bagi penanaman modal baru industri minuman keras mengandung alkohol pada empat provinsi, yaitu Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara dan Papua.

Namun data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, daerah paling banyak belanja miras ternyata bukan berasal dari ke empat provinsi tersebut. Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2020, Sumatera Utara berada di urutan pertama, dengan belanja miras senilai Rp1,2 triliun atau 24,7 persen dari nasional.

Di urutan kedua, baru ada Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan belanja Rp768 miliar atau 15,7 persen dari total belanja miras nasional yang mencapai Rp4,9 triliun. NTT termasuk wilayah yang mendapatkan izin membuka industri miras.

Dari sisi jumlah warga yang mengonsumsi miras, NTT berada di urutan teratas. Lebih dari separuh (tepatnya 51,6 persen) dari total jumlah penduduk NTT termasuk konsumen miras, dengan tingkat konsumsi mencapai 4,7 liter per orang setiap bulan.

Di Sumatera Utara yang nilai belanja mirasnya paling tinggi, hanya 24,5 persen warganya yang mengonsumsi minuman beralkohol dengan konsumsi rata-rata 11,6 liter per bulan.

Yang juga menarik, Gorontalo berada di urutan ketiga dari wilayah dengan konsumen miras terbanyak, bahkan mengalahkan Sulawesi Utara dan Bali. Di provinsi tersebut, rata-rata konsumsi mencapai 8,6 liter setiap bulan.

Sementara itu, Papua yang juga sempat dipilih sebagai salah satu wilayah investasi baru miras, justru tak masuk daftar 10 besar provinsi dengan konsumen miras terbanyak. Papua hanya berada di urutan 7 dalam kelompok provinsi yang paling royal belanja miras dengan nilai Rp231 miliar.

Poltak Simbolon/Sumber Lokadata.id

  • Bagikan