Menu
Precision, Actual & Factual

Soal Wacana Impor Beras, Ini Jawaban Ombudsman Lampung

  • Bagikan
Ketua Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung Nur Rakhman Yusuf mengaku sependapat dengan Ombudsman pusat agar pemerintah menunda impor beras tersebut. Foto Istimewa

KIRKA.CO – Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung ikut angkat bicara soal rencana pemerintah pusat melakukan impor beras sebanyak satu juta ton.

Ketua Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung Nur Rakhman Yusuf mengaku sependapat dengan Ombudsman pusat agar pemerintah menunda impor beras tersebut.

“Kalau Ombudsman Lampung statemennya sama dengan pusat. Walau sekarang Pak Jokowi memastikan akan meninjau kebijakan impor dan memastikan tidak impor ketika masa panen berlangsung,” kata Nur Rahman, Senin (29/03).

“Saat ini kita belum bergerak. Karena belum ada perintah pimpinan. Tetapi kalau pimpinan sudah mengeluarkan instruksi untuk melihat stok beras yang di Lampung, maka kita bakal segera menjalankan perintah itu,” katanya.

“Ia berharap, pemerintah pusat dapat menunda untuk melakukan impor beras. Insya Allah nantinya kita juga bakal berkoordinasi dengan BPS dan Bulog untuk mengetahui ketersediaan beras yang ada saat ini,” harap Nur Rahman Yusuf.

Sebelumnya, Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika mengatakan stok beras Indonesia masih aman dan mencukupi kebutuhan hingga April 2021. Pemerintah diminta untuk menunda keputusan impor beras hingga Mei 2021.

“Kami meminta Kemenko Perekonomian melaksanakan rakortas menunda keputusan impor hingga menunggu perkembangan panen dan pengadaan Perum Bulog paling tidak sampai awal Mei,” ujar Yeka dalam konferensi pers yang digelar secara virtual pada Rabu, 24 Maret 2021.

Berdasarkan data yang dihimpun Ombudsman, stok cadangan beras pemerintah atau CBP milik Perusahaan Umum Bulog per 14 Maret 2021 sebesar 859.877 . Dari jumlah stok CBP yang ada, terdapat stok beras yang berpotensi turun mutu sekitar 400 ribu ton yang berasal dari pengadaan dalam negeri selama periode 2018-2019, dan yang berasal importasi di 2018.

Stok beras yang layak konsumsi pun tercatat kurang dari 500 ribu ton atau sekitar 20 persen dari kebutuhan beras rata rata tiap bulan sebesar 2,5 juta ton. Meski demikian, di tempat lain, stok beras masih menunjukkan angka yang relatif bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

Arif Wiryatama

  • Bagikan