Soal Konflik Pertanahan, Disinyalir Ada Mafia

  • Bagikan
Kirka.co
Ketua Komisi I DPRD Lampung Yozi Rizal. Foto Tama

KIRKA – DPRD Lampung akan memanggil tiga perusahaan yang diduga anak perusahaan Bumi Waras untuk hearing pada Senin (29/11/2021) sekitar pukul 10.00 WIB.

Ketiga perusahaan itu PT Budi Tata Semesta,
PT Tata Abadi, PT GMPR karena terkait konflik pertanahan antara masyarakat penggarap dan perusahaan Bumi Waras.

Selain itu soal dan penelantaran tanah yang dilakukan oleh perusahaan Bumi Waras .Untuk lahan yang disengketakan itu sekitar 50 hektar.

Baca Juga : Direktur CV Bumi Waras Digugat Zainudin 

Sementara lahan yang ditelantarkan sekitar 300 hektar.

“Kami memanggil karena mensinyalir adanya mafia tanah disini,” kata Ketua Komisi I DPRD Lampung Yozi Rizal, Rabu (24/11/2021).

Jika ada indikasi mafia tanah di persoalan ini, maka pihaknya berkomitmen membawa persoalan ini ke satgas mafia tanah.

Baca Juga : Satgas Anti Mafia Tanah Cegah Oknum Bermain

“Kalau memang ada indikasi mafia tanah, kita mau bawa persoalan itu ke satgas mafia tanah. Karena kasihan masyarakat disana,” kata dia.

Selain itu, ia juga mempertanyakan soal penggunaan HGB yang telah diterbitkan sejak tahun 1996 lalu.

“Sampai hari ini kita belum lihat HGB itu digunakan untuk apa sejak diterbitkannya pada tahun 1996,” kata dia.

  • Bagikan