Menu
Precision, Actual & Factual

Setoran Proyek Asyik Syarif Dikembalikan Obet atas Perintah Mustafa

  • Bagikan
Wakil Direktur CV Ayu M Asyik Syarif (tengah), seorang kontraktor yang sudah memberikan fee proyek Rp 700 juta kemudian mendapati uangnya kembali. Kembalinya uang itu ke tangannya berdasarkan keputusan terdakwa eks Bupati Lampung Tengah Mustafa. Foto Ricardo Hutabarat

KIRKA.CO – Dalam proses persidangan ke-12 untuk perkara suap dan gratifikasi terhadap eks Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat sejumlah fakta berdasarkan keterangan para saksi di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 15 April 2021.

Diketahui, para saksi yang dihadirkan di antaranya: eks Kasubag Keuangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lamteng Dr Nur Rohman; eks Wakil Direktur CV Ayu M Asyik Syarif; kontraktor bernama Bobby Sutowo; PNS pada Dinas Perhubungan Lampung Timur Usman Gumantif Arif; Direktur CV Kurnia Jaya Kurnain; Direktur CV Enam Sembilan Abdul Aziz; eks Wakil Direktur CV Putra Utama Syarifuddin Safari.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Taufiq Ibnugroho mengatakan, ”Pada hari ini kita menghadirkan 7 orang saksi untuk membuktikan dakwaan, khususnya pada poin suap. Para saksi ini menerangkan terkait pemberian sejumlah fee untuk mendapatkan proyek di Dinas PU-PR Lampung Tengah”.

JPU KPK Taufiq Ibnugroho menegaskan, bahwa sesuai dengan fakta persidangan, terdapat kesaksian ihwal setoran uang senilai Rp 700 juta dari M Asyik Syarif untuk mendapatkan paket proyek. M Asyik Syarif kepada majelis hakim menerangkan bahwa ia adalah kerabat jauh dari terdakwa Mustafa.

Berdasar pada kesaksian M Asyik Syarif di ruang persidangan, uang tadi itu belakangan dikembalikan oleh terdakwa Mustafa melalui pengawalnya bernama Obet. Hal ini yang kemudian menurut JPU KPK Taufiq Ibnugroho menjadi poin yang penting bila dikaitkan dengan isi dakwaan KPK kepada Mustafa.

“Yang menarik dalam saksi ini, salah satunya adalah M Asyik Syarif tadi, bahwa yang bersangkutan tadi menyerahkan uang setoran fee kepada Pak Taufik Rahman (eks Kadis PU-PR Lamteng) melalui Pak Aan Andrianto (PNS pada Dinas PU-PR Lamteng). Uang sudah disetorkan, namun demikian ada pengembalian uang dari pengawal Pak Bupati (Mustafa) bernama Obet.

Ini membuktikan bahwa uang yang dikumpulkan oleh Pak Taufik Rahman dan anak buahnya (Aan Andrianto), itu sudah sampai kepada bupati. Bahkan seperti keterangan Indra, ada catatan penerimaan (fee proyek) dari rekanan yang disampaikan kepada bupati.

Akhirnya bupati tahu siapa dan berapa setoran yang masuk. Makanya ketika Obet mengembalikan itu, sesuai dengan yang disetorkan oleh saksi (M Asyik Syarif). Ini membuktikan uang melalui rekanan sudah sampai kepada bupati,” jelas Taufiq Ibnugroho.

Soal uang yang dikembalikan itu, terdakwa Mustafa mengatakan bahwa ia mendapat informasi bahwa M Asyik Syarif sedang mengalami sakit stroke. Informasi tersebut yang kemudian menurut terdakwa Mustafa membuatnya iba sehingga memulangkan uang itu. Hal itu diutarakan Mustafa kala ia diberikan kesempatan oleh majelis hakim untuk berbicara.

 

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan