Menu
Precision, Actual & Factual

Saksi Ungkap Direktur BUMD Lambar Pernah Memijati Kakinya Sambil Merayu

  • Bagikan
Saksi Yudistira saat memberikan kesaksian terkait Dugaan TPK di BUMD PD Pesagi Mandiri Perkasa di PN Tanjungkarang. Foto Eka Putra

KIRKA.COGalih Priadi selaku Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pesagi Mandiri Perkasa disebut pernah memijat kaki Yudistira seorang Saksi yang hadir dalam perkara ini selaku rekanan bisnis kopi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Lampung Barat.

Dirinya mengatakan saat itu ia dirayu dan dimintai tolong untuk menandatangani sebuah kuitansi kosong oleh Terdakwa yang akhirnya tercatat sebagai bukti hutang yang bersangkutan ke PD Pesagi Mandiri Perkasa.

Hal itu diungkapkannya dihadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang, usai mengucapkan sumpah pada gelaran sidang lanjutan perkara Tipikor terkait penyertaan modal BUMD Lampung Barat, yang digelar pada Selasa pagi (16/03).

Di persidangan ini Yudistira menjelaskan terkait hutang miliknya dari BUMD yang disangkakan kepadanya Rp2 miliar, dengan barang bukti adanya kuitansi dengan tanda tangan atas nama dirinya, yang bertuliskan utang-piutang.

Ia menjabarkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), bahwa saat itu Terdakwa Galih datang memohon kepadanya untuk menandatangani sebuah kuitansi kosong, dengan alasan sekedar formalitas lantaran PD. Pesagi Mandiri Perkasa akan segera diaudit dalam waktu dekat.

“Kalau masalah kuitansi hutang, jadi begini pak ceritanya, saat itu saya sedang tidur – tiduran di kantor, nah pak galih datang dan langsung mijitin kaki saya terus dia minta tolong sambil bilang : “Bos Saya dibantu dulu bos, Saya nggak bisa tidur seminggu, besok mau diaudit sama bpk ini formalitas aja tanda tangan” jelas Yudistira.

“Saya tanda tangan di kuitansi kosong itu tapi saya nanya kenapa kosong, kata Pak Galih nanti diisi setelah sampai di kantornya, dan pada saat jadi kasus di Polda saya baru tahu jumlahnya segitu, saya pun nggak mau lah mengakui utang itu, yang saya tanda tangani kan kuitansi kosong” tutupnya.

Sementara diketahui dalam gelaran sidang kali ini, selain Yudistira JPU turut menghadirkan 4 (empat) orang saksi lainnya, 2 (dua) diantara tercatat merupakan nb para rekanan bisnis jual beli kopi, dan seorang lagi merupakan saksi ahli dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Lampung.

Eka Putra

  • Bagikan