Menu
Precision, Actual & Factual

Putusan Banding Maya Metissa Eks Kadinkes Lampung Utara “Jumping” Jadi Tujuh Tahun Penjara

  • Bagikan
Dokter Maya Metissa saat ditetapkan menjadi Terdakwa oleh Kejari Kotabumi terkait Dana BOK. Foto Istimewa

KIRKA.CO – Eks Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Lampung Utara dr. Maya Metissa divonis Penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Tanjungkarang selama 7 (Tujuh) tahun, putusan tersebut dijatuhkan usai Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Utara melayangkan banding atas putusan Mejelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang Nomor 19/Pid.Sus-TPK/2020/PNTjk pada 30 Desember 2020 Lalu.

Putusan banding tersebut dibacakan oleh Majelis Hakim PT Tanjungkarang yang diketuai oleh I Nyoman Supartha pada gelaran sidang di Rabu (03/02), yang memutuskan untuk mengabulkan banding dari JPU dengan vonis penjara yang diberikan yaitu selama tujuh tahun, dengan pula menjatuhkan Hukuman Pidana Denda sebesar Rp. 400.000.000 (Empat Ratus Juta Rupiah) dengan Subsidair Denda yakni Hukuman Kurungan Badan selama 2 (dua) bulan.

Maya Metissa pun diwajibkan membayar Uang Pengganti (UP) Kerugian Negara sebesar Rp 1.910.443.500 (Satu Miliar Sembilan Ratus Sepuluh Juta Empat Ratus Empat Puluh Tiga Ribu Lima Ratus Rupiah) dengan memberikan ketentuan jika tidak sanggup membayar maka harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi Uang Pengganti tersebut, dan apabila tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama Dua tahun dan Enam bulan.

Sementara itu menanggapi putusan banding tersebut, Jhony Anwar selaku Kuasa Hukum Maya Metissa merasa pihaknya keberatan atas hasil banding yang dijatuhkan, menurutnya hakim tidak lagi melihat fakta persidangan dimana terungkap bahwa kliennya jelas hanya berperan pasif, ia menambahkan ada seorang bernama Novrida Nunyai memiliki peranan aktif dimana yang bersangkutan melakukan pemotongan langsung atas Dana Operasional Kesehatan (BOK) yang diterima beberapa Puskesmas, maka dari itu ia pun segera melayangkan kasasi.

“Majelis hakim PT tak melihat pertimbangan hukum yang telah ditetapkan oleh Pengadilan Negeri Tanjungkarang, yang aktif sudah jelas siapa, yang menjadi pertimbangan khan Azas Keadilan dan tidak mungkin perkara korupsi tidak berdiri sendiri,” ucap Jhony.

“Faktanya juga jelas, dari awal terlihat ada peran lainnya seperti Novrida Nunyai (Bendahara Dinkes Lampura), yang melakukan pemotongan langsung, Ibu Maya hanya dapat bagian 40 persen, sisanya diberikan ke lainya dan dia juga mengaku membakar barang bukti, Kami merasa keberatan dengan vonis tersebut sehingga Kami mengajukan kasasi.” sambungnya.

Diketahui dalam putusannya sendiri di PN Tanjungkarang pada 30 Desember 2020 lalu, Maya Metissa di vonis penjara selama Empat tahun, dengan denda Rp.300.000.000 (Tiga Ratus Juta Rupiah) dengan Subsidair denda yakni penjara selama Dua bulan, dan diwajibkan membayar UP Kerugian Negara sebesar Rp 1.910.443.500 (Satu Miliar Sembilan Ratus Sepuluh Juta Empat Ratus Empat Puluh Tiga Ribu Lima Ratus Rupiah) dengan Subsidair UP yaitu Penjara selama Dua tahun dan Enam bulan.

Eka Putra

  • Bagikan