Menu
Precision, Actual & Factual

Puspenkum Kejagung Jelaskan Penahanan Empat Tersangka Di Kejari Lombok Tengah

  • Bagikan
Gedung Kejaksaan Agung. Sumber Net/Web

Kirka.coJakarta – Senin (22/02), Pusat Penerangan Hukum bertempat di Press Room Kejaksaan Agung, menyampaikan penjelasan atau klarifikasi terkait dengan penanganan perkara tindak pidana umum yang ditangani oleh Kejari Lombok Tengah pada Kejati NTB. Hadir dalam konferensi pers Kajari Lombok Tengah Otto Somputan, didampingi oleh Kajati NTB Tomo

Penahanan 4 orang dalam perkara pengerusakan gudang tembakau di Kopang, Lombok Tengah Provinsi NTB atas nama Tersangka Hultiah, Nurul Hidayah alias Inaq Alpi, Martini alias Inaq Abi dan Fatimah alias Inaq Ais, keempat TSK disangka melanggar Pasal 170 ayat 1 KUHP pada saat diserah terimakan tanggung jawab Tersangka dan Barang Bukti (Tahap II) pada hari Selasa (16/02) sekitar pukul 10.00 Wita di Kantor Kejari Lombok Tengah.

Kajari Lombok Tengah menjelaskan masalah penahanan 4 (empat) Tersangka yang merupakan IRT terkait Pengerusakan Pabrik Rokok. Pengiriman berkas tahap pertama oleh Penyidik Polres Loteng dengan surat nomor  B/16/5/2021 pada  tanggal (28/01) kemudian pada (3/02) tepatnya 7 hari sejak Jaksa Penuntut Umum (JPU) menerima berkas perkara, lalu JPU menerbitkan P-21 dengan nomor B-255/N.2.1/Eku.1/02/2021.

Selanjutnya pada Tanggal 16 Februari jam 10.00 Wita Penyidik Polres Loteng menghadapkan Tersangka dan barang bukti disertai dengan surat kesehatan yang menyatakan bahwa para Tersangka dalam keadaan sehat serta untuk dilakukan pemeriksaan tahap 2 oleh JPU, Tersangka berbelit belit dan tidak kooperatif dan sempat diberikan kesempatan untuk berdamai melalui upaya Restoratif Justice namun ke empat tersangka tetap menolak.

Saat Tersangka dihadapkan oleh penyidik para tersangka tersebut tidak didamping keluarga maupun Penasehat Hukum (PH) dan tidak pernah ada membawa anak anak diruangan penerimaan tahap 2.

Kejari Loteng sudah menunjuk PH untuk para Tersangka, namun para Tersangka menolak penunjukan tersebut dan akan menunjuk PH sendiri di persidangan.

Pasal 170 KUHP  yang disangkakan pada para Tersangka merupakan pasal yang bisa dilakukan Penahanan,  maka para Tersangka telah  diberikan hak-haknya oleh JPU agar menghubungi keluarga untuk mengajukan permohonan untuk  tidak dilakukan penahanan dan  sebagai penjamin sebagaimana SOP namun sampai dengan berakhirnya jam kerja yaitu jam  16.00 Wita pihak keluarga para Tersangka  tidak juga datang ke kantor Kejari Loteng.

Pemberian hak perdamaian namun ditolak serta berbelit-belit selama pemeriksaan tahap dua sehingga Jaksa Penuntut Umum harus segera  mengambil sikap  dan karena pasal yang disangkakan memenuhi  syarat subyektif dan obyektif berdasarkan pertimbangan tersebut  diatas maka  para Tersangka  ditahan oleh JPU di Polsek Praya Tengah.

Rabu (17/02) JPU melimpahkan perkara ini ke PN Praya dengan merujuk pada surat Jampidum bahwa setelah tahap 2 paling lambat 3 hari berkas perkara harus di limpahkan ke Pengadilan untuk disidangkan, dan agar memperoleh status tahanan Hakim sehingga JPU dapat memindahkan tahanan ke Rutan Praya guna mendapatkan fasilitas yang lebih layak bagi para Terdakwa.

Penetapan Hakim PN. Praya Nomor  : 37 /Pid.B/2021/PN. Praya (17/02) dari Hakim PN Praya menetapkan Penahanan Rutan Terhadap para terdakwa selama paling lama 30 (tiga puluh hari) sejak tanggal 17 Februari 2021 sampai dengan Tanggal 18 Maret 2021 dan JPU langsung melaksanakan penetapan tersebut pada hari dan tanggal yang sama dengan penetapan penahan hakim.

Kamis (18/02) sekitar Jam 08.00 Wita para terdakwa dipindahkan oleh Jaksa Penuntut Umum ke Rutan Praya dengan melakukan proses Rapidtest dan hasil Rapidtest para Terdakwa negatif Covid 19 dan diterima oleh Rutan Praya.

Perkara para Terdakwa akan disidangkan pada hari Rabu Tanggal 24 Februari 2021 sesuai dengan penetapan hakim Nomor : 37 /Pid.B/2021/PN. Praya tertanggal 17 Februari 2021.

Terkait pemberitaan dan foto yang beredar di medsos bahwa para Terdakwa ditahan bersama anaknya oleh pihak Kejaksaan adalah tidak benar, melainkan keluarga para Terdakwa membawa anak para Terdakwa di Polsek Praya Tengah maupun di Rutan Praya untuk ikut bersama para terdakwa berdasarkan ijin pihak Rutan.

Persoalan kenapa ditahan sebagaimana KUHAP masih mempunyai hak untuk dilakukan penangguhan penahanan pada Tahap selanjutnya yaitu Tahap Persidangan yaitu dengan mengajukan permohonan penangguhan penahanan pada Hakim karena pada saat ini status penahanan hakim dan hakimlah yang bertanggung jawab.

Hari ini (22/02) para Tersangka sudah ditangguhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Praya dalam persidangan perdana dengan agenda sidang pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Hutar/Rls

  • Bagikan