Menu
Precision, Actual & Factual

Perusahaan Media Massa harus Tanggungjawab pada Jurnalisnya Bila Terinfeksi Covid-19

  • Bagikan
Kirka.co
Ketua AJI Bandar Lampung Hendry Sihaloho (kanan) dan Dian Wahyu Sekretaris (Kiri). Foto Dok AJI Bandar Lampung

KIRKA – Aliansi Jurnalis Independen Kota Bandar Lampung meminta perusahaan media untuk bertanggungjawab secara penuh terkait dugaan sejumlah Jurnalis di Lampung terinfeksi virus corona.

“Kami mendata setidaknya lima jurnalis yang biasa meliput di wilayah Bandar Lampung positif Covid-19,” kata Ketua AJI Bandar Lampung Hendry Sihaloho, Rabu, 14 Juli 2021.

“Saat ini mereka sedang menjalani isolasi. Angka itu bisa lebih tinggi, mengingat wartawan di kabupaten belum terdata,” kata dia.

Sebagai pemberi kerja, perusahaan media mesti menanggung segala sesuatu dari aktivitas jurnalistik yang dijalankan jurnalis.

Oleh karena itu, hak-hak dasar mereka sebagai pekerja wajib terpenuhi, mengingat tanggung jawab utama atas keselamatan para wartawan pada perusahaan media.

“Hak-hak yang harus dipenuhi perusahaan itu, misal menyediakan tempat isolasi dan memastikan setiap pekerja memperoleh upah selama menjalani isolasi hingga pulih,” ujarnya.

Hendry juga mengingatkan perusahaan media mesti memerhatikan keselamatan para jurnalis.

Misalnya, ia mencontohkan menyediakan alat pelindung diri, vitamin, dan fasilitas tes rapid dan tes swab/PCR kepada jurnalisnya.

Sebab, pada masa krisis kesehatan seperti pandemi Covid-19, jurnalis memainkan peran kunci dalam menyediakan informasi yang akurat bagi publik, mengingat kehadiran jurnalis dibutuhkan untuk menyediakan berita sesuai fakta dan berbasis sains.

“Hasil riset AJI pada November 2020 yang menyasar 700-an jurnalis se-Indonesia, sebanyak 37,1 persen responden mengaku tidak mendapatkan alat pelindung diri,” tegas dia.

“Selain itu, 63,8 persen responden tidak mendapatkan fasilitas layanan tes cepat dan tes swab/PCR. Kondisi ini menyebabkan jurnalis menjadi salah satu pihak paling rentan terinfeksi Covid-19,” kata dia.

Hendry pun mengingatkan para jurnalis agar mengetatkan protokol keamanan peliputan di lapangan. Sebab, sejuh ini, belum dapat dipastikan kapan pandemi berakhir. Salah satu cara melindungi diri, yakni patuh dan ketat menjalankan protokol kesehatan dan protokol keamanan peliputan.

“AJI bersama Jurnalis Krisis dan Bencana serta Komite Keselamatan Jurnalis telah menyusun Protokol Keamanan Liputan dan Pemberitaan Covid-19. Sila mengunduhnya lewat: https://lampung.aji.or.id/306/protokol-keamanan-liputan-dan-pemberitaan-covid-19/ ,” ujar Hendry.

  • Bagikan