Menu
Precision, Actual & Factual

Perlawanan Crazy Rich Kalimantan ke KPK: Penyidik Datang, Truk Menghilang

  • Bagikan
Diduga Truk yang membawa kabur barang bukti saat Penyidik KPK melakukan penggeledahan PT Jhonlin Baratama di Kalimantan Selatan. Foto Istimewa

KIRKA.COKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga mendapat perlawanan dari PT Jhonlin Baratama, anak usaha Jhonlin Group milik Samsudin Arsyad atau yang lebih dikenal dengan sebutan: Haji Isam, Crazy Rich asal Kalimantan.

Sebagaimana telah diketahui, KPK menyebut bahwa telah terjadi penghilangan barang bukti saat KPK menggeledah dua lokasi terkait penyidikan kasus dugaan suap terhadap pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Dua lokasi tersebut adalah alamat kantor PT Jhonlin Baratama, di Kabupaten Tanah Bumbu dan salah satu tempat di Kecamatan Hambalang, Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Perusahaan batu bara ini, diduga terjerat masalah pajak yang tengah diusut KPK.

“Diduga telah sengaja dihilangkan oleh pihak-pihak tertentu,” kata Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri, Jumat, 9 April 2021.

Kepada KIRKA.CO, Rabu, 14 April 2021, Ali Fikri mengatakan hal yang berkaitan dengan dugaan perlawanan atau upaya menghalangi proses penyidikan oleh pihak-pihak tertentu dalam kasus PT Jhonlin Baratama ini.

“Dugaan adanya pihak-pihak yang tidak kooperatif dan sengaja menghalangi penyidikan dengan cara memindahkan bukti tersebut,” ujar dia lewat keterangan tertulis.

Barang bukti yang dimaksud telah diduga dipindahkan itu, ternyata dibawa lari oleh sebuah truk.

KPK saat ini, sambung Ali Fikri sedang melakukan pencarian. Dia meminta warga yang mengetahui keberadaan truk itu memberi informasi ke KPK. “Saat ini kami sedang melakukan pencarian,” ucapnya.

Peristiwa ini kemudian disebut-sebut dapat terjadi karena dugaan pembocoran informasi.

Menanggapi hal ini, Ali Fikri mengatakan KPK akan bersikap profesional dan tegas kepada siapapun yang mencoba melakukan perlawanan dengan cara menghalangi proses penegakan hukum

“Kami tidak ingin berspekulasi terkait opini adanya kebocoran kegiatan tersebut. Prinsipnya kami akan tegas terhadap pihak-pihak yang sengaja menghalangi, baik langsung atau tidak langsung terhadap proses penyidikan perkara ini,” tegas Ali Fikri.

Dalam keterangannya di media massa, Ali Fikri menyatakan bahwa truk tadi sebelumnya telah dipastikan keberadaannya di Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Namun sayang, saat tim KPK datang, truk yang dimaksud tersebut telah menghilang.

“Kami tak segan terapkan ketentuan Pasal 21 UU Tipikor,” imbuhnya.

 

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan