Menu
Precision, Actual & Factual

Perkara Korupsi Dinilai Mandek, Akademisi Pertanyakan Eksistensi Alumni KPK di Kejati Lampung

  • Bagikan
Kirka.co
Akademisi Unila Doktor Yusdianto. Foto Istimewa

KIRKA.COAkademisi Unila Yusdianto mempertanyakan kinerja sekaligus eksistensi dari alumni pegawai KPK yang ditugaskan di Kejaksaan Tinggi Lampung.

Hal itu menjadi sorotan bagi Yusdianto sebab ia menilai, masih ada saja beberapa penanganan perkara korupsi yang dinilainya tidak berjalan dengan cepat.

“Padahal kita berharap kehadirannya membawa gebrakan dan solusi-solusi yang dimaksudkan untuk memperlancar penanganan perkara korupsi secara teknis,” ungkap Yusdianto saat dihubungi KIRKA.CO, Sabtu, 10 Juli 2021.

Beberapa perkara korupsi yang dinilai Yusdianto mengalami kemacetan dalam penanganannya, yakni: perkara dugaan korupsi yang berkaitan dengan Karang Taruna Lampung Timur.

Diketahui, pimpinan KPK Nawawi Pomolango pernah mempertanyakan penanganan perkara tersebut ketika berkunjung ke Kejati Lampung dalam rangka melakukan supervisi.

Hal ini turut menjadi sorotan bagi Yusdianto. “Kok penanganannya masih lamban? Sampai sekarang juga, media belum ada diberitahukan sejauh mana tindak lanjut kejaksaan terkait kasus yang dipertanyakan pimpinan KPK itu,” imbuh dia.

Perkara lain yang menjadi sorotan Yusdianto ialah, dugaan korupsi yang berkaitan dengan penggunaan dana untuk membuat web desa di Lampung Timur.

“Perkara ini juga tidak tahu apa kelanjutannya. Mestinya ini menjadi PR yang harus dituntaskan. Harapan kita tadinya, dengan penugasan alumni KPK itu, bisa memberikan dampak baik bagi Kejati Lampung,” terangnya lagi.

Yusdianto juga mencatat bahwa penanganan korupsi terkait pembangunan jalan di Kabupaten Mesuji masih terbilang lambat.

Apa yang diutarakan Yusdianto soal ini, benar adanya. Perkara itu menyoal dugaan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan proyek pembangunan Jalan Provinsi Koridor 22 Paket (BM-KSI.124) pembangunan jalan ruas Simpang Pematang – Brabasan di Kabupaten Mesuji Tahun Anggara 2016.

Sejak ditingkatkan ke penyidikan sesuai dengan Print – 02 / N.8 / Fd.1 / 05 / 2019 tanggal 22 Mei 2019, perkara ini tak kunjung disidangkan.

Diketahui, terdapat jabatan pada Asisten Pidana Khusus Kejati Lampung yang memang baru-baru ini diisi oleh seorang yang merupakan alumni pegawai KPK.

Melihat kondisi seperti ini, Yusdianto mendesak agar pimpinan Kejati Lampung memberi ruang yang besar kepada alumni KPK tadi, untuk memberikan kewenangan dalam menangani setiap perkara korupsi.

“Supaya perkara yang mandek saya sebut tadi, bisa berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan. Harapan kita agar Kejati Lampung ke depan lebih baik,” ucap Yusdianto.

Orientasi akhir dari pernyataan ini, ungkap Yusdianto, tidak lain untuk kepentingan publik luas.

“Kan begini, kejaksaan dalam setiap kinerjanya seharusnya berorientasi kepada hasil yang nantinya berdampak buat masyarakat. Kalau mandek begini, publik dengan cepat memberikan penilaian yang buruk,” tandasnya.

  • Bagikan