Menu
Precision, Actual & Factual

Pengacara Terdakwa Mustafa Sangat Setuju Chusnunia Chalim Diperiksa Ulang Pakai Lie Detector, Bila Perlu Disumpah Pocong

  • Bagikan
M Yunus Pengacara Terdakwa. Foto Dokumen Pribadi M Yunus

KIRKA.CO – Pengacara dari Terdakwa eks Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa mengungkapkan kembali kerisauannya mengenai kesaksian atau keterangan dari eks Bupati Lampung Timur dan juga Wagub Lampung, Chusnunia Chalim saat diperiksa sebagai saksi di PN Tipikor Tanjungkarang pada Kamis lalu, 4 Maret 2021.

Kerisauan itu diutarakan sesaat ditanyakan mengenai wacana penghadiran ulang Chusnunia Chalim di ruang persidangan. Penghadiran ulang itu tak lain dan tak bukan dilatarbelakangi pendapat Majelis Hakim yang menilai keterangan Saksi pada 4 Maret 2021 lalu, didominasi Kebohongan.

Diketahui, Chusnunia Chalim menjadi sasaran pertanyaan mengenai nominal uang Rp 18 M yang menjadi komitmen antara Dia dan Mustafa. Terlebih, uang belasan miliar itu harus dikucurkan Mustafa sebagai bentuk pemenuhan janji Mustafa, bila menginginkan dukungan DPP PKB pada konteks pencalonan gubernur Mustafa dalam Pilkada 2018 silam.

“Kita sebenarnya ingin agar yang bersangkutan jujur. Tapi yang jelas kan, Ibu Nunik (sapaan akrab Chusnunia) yang sangat Kita hormati itu, nggak ngaku,” ujar M Yunus di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 18 Maret 2021.

M Yunus pun menyambut baik rencana Koordinator MAKI Boyamin Saiman yang turut merespons proses persidangan ketika Chusnunia Chalim diperiksa. Bagi M Yunus, langkah dan rencana Boyamin Saiman dengan menyumbangkan alat lie detector adalah hal yang sangat baik. Yunus pun sepakat bila nantinya lie detector itu digunakan kepada Chusnunia Chalim saat diperiksa ulang.

”Sangat setuju (kalau dia dihadirkan kembali untuk diperiksa). Kalau bisa Sumpah Pocong segala macam, tapi kan saat (menyampaikan) itu Saya ditegur oleh Hakim. Intinya gini. Kita hanya minta fair aja. Kita juga bukan ada niatan untuk mencari kambing hitam,” timpalnya.

M Yunus pernah tercatat mengungkapkan kecurigaannya terhadap Chusnunia Chalim. Dia curiga Chusnunia Chalim tidak mengucapkan sumpah ketika disumpah di ruang sidang sambil dipayungi Al-Quran. Alasan kecurigaan itu berangkat dari tidak terlihatnya gerak bibir Chusnunia Chalim karena tertutup oleh masker yang dikenakan.

Diketahui Chusnunia Chalim di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) miliknya mengaku bahwa Khaidir Bujung dan Midi Iswanto adalah utusannya untuk berkomunikasi dengan Mustafa.

Penegasan itu diutarakan Chusnunia Chalim kepada Mustafa, pasca ia dan Mustafa bertemu di Wiseman Coffee dan bersepakat bahwa Mustafa harus menyediakan sejumlah uang bila ingin DPP PKB mendukungnya dalam kontestasi Pilkada 2018.

Awalnya, Mustafa mengaku bahwa Chusnunia Chalim mengajukan angka Rp 30 M. Keterangan Mustafa ini diafirmasi oleh Khaidir Bujung dan Midi Iswanto saat bersaksi.

Mengetahui bahwa Chusnunia Chalim menyatakan bahwa Khaidir Bujung dan Midi Iswanto adalah utusannya, Chusnunia memohon berkali-kali ke Jaksa sebagai penuntut umum dari KPK agar keterangan tersebut dirubah.

Permintaan itu dinilai janggal oleh Jaksa. Sebab, Chusnunia Chalim bukan satu kali saja diperiksa oleh penyidik KPK. Dan di awal Chusnunia sudah bersumpah bahwa keterangan di dalam BAP itu adalah keterangan yang benar tanpa paksaan dan telah dibaca ulang sebelum ditandatangani.

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan