Menu
Precision, Actual & Factual

Penangkapan Alay Disebut Jadi Barometer Kesuksesan Kejati Lampung Kejar DPO

  • Bagikan
Kirka.co
Wahrul Fauzi Silalahi, atau yang santer disapa WFS. Foto Istimewa

KIRKA – Kejaksaan Tinggi Lampung beberapa hari ini jadi bulan-bulanan Indonesia Corruption Watch dan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia.

Dianggap tak berhasil bahkan gagal membuktikan hasil dari upaya pengejaran buronan.

Kegagalan itu dibuktikan dengan tidak tertangkapnya mantan Bupati Lampung Timur Satono.

Buronan paling dicari ini akhirnya dipastikan meninggal dunia pada 12 Juli 2021 kemarin.

ICW dan MAKI sepenuhnya menginginkan Kejaksaan Agung melakukan evaluasi sebab dinilai ada yang janggal di balik perburuan Satono.

Poin dari kejanggalan itu adalah, terdapat indikasi bahwa selama hidupnya, Satono diduga disembunyikan.

Atas hal itu, mengemuka desakan agar kejaksaan wajib melakukan penerapan Pasal 21 UU Tipikor.

Pandangan ICW dan MAKI ini, agaknya berbeda bagi Wahrul Fauzi Silalahi. Anggota DPRD Lampung yang tenar disapa WFS ini menganggap bahwa Kejaksaan Tinggi Lampung tak melulu buruk menangani perburuan buron.

Bagi WFS, terdapat kesuksesan kejaksaan mengejar DPO. Ia melihat bahwa persoalan perburuan Satono tak boleh dilepas dari penangkapan Sugiharto Wijaya alias Alay.

“Dua nama itu ada dalam satu perkara. Saya melihat ada hal lain, kejaksaan tak melulu buruk. Penangkapan buronan atas nama Alay, perlu juga diapresiasi,” jelas WFS saat dihubungi KIRKA.CO, Sabtu malam, 12 Juli 2021.

Kinerja Kejaksaan Tinggi Lampung klaimnya, sudah lebih baik dari hari ke hari. “Untuk hari ini, kejaksaan bagi saya sudah lebih baik,” ujar politisi NasDem ini.

WFS berharap Kejaksaan Negeri Bandar Lampung bergerak dan segera menindaklanjuti putusan pengadilan. Yakni menyoal Uang Pengganti yang menjadi kewajiban dari Satono.

“Saya rasa poin ini memang semestinya ditindaklanjuti. Dan kita harap segera dilakukan,” terang WFS.

Klaim WFS bahwa Kejaksaan Tinggi Lampung turut andil dalam penangkapan buronan Alay sepenuhnya tidak keliru.

Informasi yang diterima KIRKA.CO, Sabtu malam, 17 Juli 2021, menyebutkan bahwa Kejaksaan Tinggi Lampung punya andil besar di balik keberhasilan pelacakan hingga penangkapan Alay.

  • Bagikan