Menu
Precision, Actual & Factual

PEMATANK : Gas LPG 3Kg Mulai Langka dan Mahal Di Lampung, Jika Pemprov Tak Mampu Lagi Mengawasi, Serahkan Saja Ke Daerah!

  • Bagikan
Kelangkaan Gas LPG 3Kg menjadi keluhan Warga Kasui Way Kanan, harga mahal dari HET yang ditetapkan Pemprov Lampung. Foto Istimewa/Net

KIRKA.CO – Warga Kasui Way Kanan mengeluhkan kelangkaan Gas LPG 3Kg yang sedang dialami masyarakat Kecamatan Kasui dan Rebang Tangkas di Kabupaten Way Kanan, ia pun mengeluhkan harga per tabung yang cukup tinggi melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung di awal tahun 2021.

Keluhan warga tersebut masuk ke Redaksi Kirka.co melalui akun Facebook Kirka Dotco dengan nama Tarman Yadi, ia mengeluhkan kelangkaan dan mahalnya harga eceran Gas Melon di daerahnya yang mencapai Rp 27.000,- per tabungnya, dan harga yang mencapai Rp 20.000,- per tabung jika didapatkannya dari para agen.

Peristiwa yang kini tengah dialami oleh warga Way Kanan itu turut menyita perhatian dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi (Pematank), Suadi Romli selaku Ketua dari LSM tersebut menyampaikan rasa kecewanya terhadap bertambahnya beban yang harus ditanggung masyarakat dengan adanya kelangkaan dan harga tinggi Gas 3Kg di masa pandemi ini.

“Pematank turut merasa kecewa dengan adanya peristiwa yang dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Way Kanan, yang jelas mereka juga pasti merasa bingung harus mengadu kemana hingga sampai mengeluhkannya ke media,” ujar Romli.

Romli pun berucap terkait harga dari Gas Melon tersebut, sesungguhnya telah ditentukan batasannya oleh Pemprov Lampung di awal tahun 2021 ini, yang tercantum melalui Surat Edaran Gubernur Lampung dimana tertera jelas tentang besaran HET yang hanya sebesar Rp 18.000,- dan tidak boleh melampauinya.

Jika ada agen yang menentukan harga melebihi HET tersebut, Romli secara tegas mendorong Pemprov Lampung dan Polda Lampung untuk segera mengambil tindakan mengingat wewenang itu juga berada ditangan Pemprov Lampung, sebab hal tersebut sudah membebani masyarakat kecil.

“Dari Surat Edaran Gubernur di awal tahun ini kan HET LPG 3 Kilogram sudah ditentukan Rp 18.000 per tabung, ketika para penjual baik agen maupun pendistribusian mematok harga melebihi dari harga HET, Pemerintah Provinsi yang dalam hal ini berwenang harus melakukan penindakan tegas karena hal ini sudah merugikan masyarakat,” imbuh Romli.

Ketua LSM Pematank ini pun gusar bahwa dirinya juga mendesak pihak terkait untuk tidak berlama – lama membiarkan hal yang dikeluhkan masyarakat tersebut terjadi berlarut, Pemprov Lampung dan Hiswanamigas pun diminta untuk berperan aktif sehingga masalah ini dapat cepat terselesaikan.

Romli juga meminta kepada Pemprov Lampung melalui Dinas terkait jangan memberikan kesan seperti menutup Mata, dan jika Pemprov Lampung sudah tidak mampu untuk melakukan tugasnya lagi, dirinya menyarankan agar Pemprov Lampung lebih baik menyerahkan kembali wewenang tersebut ke Pemerintah Kabupaten/Kota.

“Kita lihat sekarang sudah banyak yang mengeluhkan kelangkaan dan mulai mahalnya harga gas 3Kg, Pematank merasa kecewa dengan Pemprov Lampung karena saat ini pengawasan sudah menjadi tanggungjawabnya dan juga ada Hiswanamigas dan ESDM di dalamnya, kita minta janganlah para pihak itu bersikap terkesan menutup mata, jika Pemprov sudah tidak mampu lagi ya serahkan saja tanggung jawabnya ke Kabupaten/Kota,” tutupnya.

Eka Putra

  • Bagikan