Menu
Precision, Actual & Factual

PBNU Imbau Nahdliyin Alihkan Dana Kurban, Bantu Warga Terdampak Covid-19

  • Bagikan
Kirka.co
"PBNU mengimbau warga Nahdliyin yang memiliki kemampuan secara ekonomi agar mendonasikan dana yang akan belikan hewan kurban untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19," demikian bunyi imbauan yang terdapat dalam Surat Edaran PBNU Nomor 5 poin C dikutip dari NU Online, pada Rabu 14 Juli pagi. Foto NU Online

KIRKA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengimbau kepada Nahdliyin agar mengalihkan dana yang akan dibelikan hewan kurban untuk membantu warga terdampak Covid-19 saat Hari Raya Idul Adha 1442 H pada hari Selasa 20 Juli 2021.

Sebab, pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak buruk di masyarakat terutama timbulnya masalah sosial ekonomi.

“PBNU mengimbau warga Nahdliyin yang memiliki kemampuan secara ekonomi agar mendonasikan dana yang akan belikan hewan kurban untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19,” demikian bunyi imbauan yang terdapat dalam Surat Edaran PBNU Nomor 5 poin C dikutip dari NU Online, pada Rabu 14 Juli pagi.   

Meski begitu, PBNU tetap mempersilakan warga NU yang berkemampuan berdonasi untuk membantu warga terdampak Covid-19 dan mampu membeli hewan kurban agar melakukan keduanya.

“Dipersilakan untuk melaksanakan keduanya,” lanjut bunyi edaran tersebut.

PBNU juga mempersilakan warga NU untuk melaksanakan takbiran di masjid dan mushala dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Namun dengan catatan, yakni untuk daerah-daerah yang telah dinyatakan aman dari Covid-19 atau zona hijau oleh pemerintah setempat maupun tim Satgas setempat.

Sementara bagi daerah-daerah yang ditetapkan masuk dalam kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau daerah yang dinyatakan tidak aman dari Covid-19 seperti zona merah, oranye maupun kuning, maka takbiran dilaksanakan bersama keluarga inti di rumah masing-masing

“Hal ini juga berlaku saat pelaksanaan shalat id di rumah masing-masing bersama keluarga. Sedangkan bagi yang berada di zona hijau, dipersilakan untuk melaksanakan shalat Id di masjid dan mushala dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat,” lanjut bunyi edaran tersebut.

Berikut teks lengkap imbauan PBNU soal pelaksanaan Shalat Idul Adha 1442 H yang terdapat dalam Surat Edaran Nomor 5 Poin B:   “Di daerah-daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19 (zona hijau) oleh pemerintah setempat dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, dapat melaksanakan Shalat Idul Adha 1442 H di masjid/mushala dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

Adapun untuk daerah-daerah yang ditetapkan masuk dalam PPKM Darurat, atau daerah yang dinyatakan tidak aman dari Covid-19 (zona merah, zona oranye, zona kuning), maka shalat Idul Adha 1442 H tidak dilaksanakan di masjid/mushala, atau lapangan.

Surat Edaran ini diterbitkan di Jakarta, pada 28 Dzulqa’dah 1442 H atau 9 Juli 2021 H. Surat ini ditandatangani oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Sekretaris Jenderal PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini.

  • Bagikan