Menu
Precision, Actual & Factual

‘Pasien’ Kanjeng Ratu Nunik Dalam Pilgub Lampung: Arinal Djunaidi Dulu, Mustafa Kemudian

  • Bagikan
Kanjeng Ratu Chusnunia Chalim. Foto Wikipedia

KIRKA.COWakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim belakangan diketahui memiliki inisial lain. Menurut Midi Iswanto, inisialnya adalah Kanjeng Ratu. Hal ini terungkap dalam fakta persidangan atas perkara korupsi eks Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa pada 22 April 2021.

Nunik nama lain dari Chusnunia Chalim ini kemudian pernah diperiksa sebagai saksi untuk Mustafa. Ia diminta untuk membeberkan ulang keterangan yang telah ia tuangkan ketika diperiksa penyidik KPK. Saat itu tepatnya pada 4 Maret 2021, Nunik diminta membeberkan bagaimana pengetahuannya soal Pilgub Lampung 2018 silam.

Dalam keterangan Kanjeng Ratu tersebut, ia mengaku khawatir ihwal kontestasi Pilgub Lampung tersebut. Sebab, DPW PKB Lampung nyaris tidak dilirik oleh para calon Gubernur Lampung.

Di hadapan majelis hakim, Kanjeng Ratu yang menjabat sebagai Wasekjen DPP PKB melakukan rapat bersama para kader DPW PKB Lampung. Yaitu, Midi Iswanto, Hidir Ibrahim, Okta Rijaya dan Khaidir Bujung.

Pada malam itu, mereka membahas bagaimana cara menggaet para calon Gubernur yang saat itu di antaranya adalah Arinal Djunaidi (Gubernur Lampung terpilih saat ini); terdakwa Mustafa; M Ridho Ficardo; dan Herman HN, untuk mau dipinang oleh PKB dalam kontestasi Pilkada tersebut.

Dari pertemuan itu, Hidir Ibrahim yang bertugas untuk berkomunikasi dengan Arinal Djunaidi menyebut bahwa, Arinal Djunaidi sedang berpolemik dengan Alzier Dianis Thabrani ihwal kepemimpinan Partai Golkar.

Sisi lain dalam keterangan Nunik, ia mengaku pernah ditemui oleh Arinal Djunaidi di Rumah Dinas Bupati Lampung Timur. Memang pada saat peristiwa tersebut berlangsung, Kanjeng Ratu ini punya jabatan sebagai orang nomor satu di Lampung Timur itu.

Dalam menggandeng para calon Gubernur Lampung itu, ternyata Arinal Djunaidi adalah sosok yang menjadi ‘pasien’ pertama Nunik. Setelah Arinal, Mustafa kemudian juga berkunjung ke rumah dinas Nunik.

Pada pertemuan di rumah dinas itu, Kanjeng Ratu mengaku bahwa Arinal Djunaidi memohon doa dan dukungan agar PKB memberikan dukungan.

Pertemuan di rumah dinas yang dilakukan oleh Mustafa ini, diakui oleh Mofaje Caropeboka saat ia memberikan keterangan sebagai saksi di PN Tipikor Tanjungkarang pada 8 April 2021.

Mofaje menyampaikan kisi-kisi tentang pertemuan tersebut. Yang menurut dia, memang ada rombongan bersama Mustafa berkunjung ke rumah dinas Nunik.

 

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan