Menu
Precision, Actual & Factual

Pandu Kesuma Dewangsa Nyaris Jadi Bupati Lampung Selatan?

  • Bagikan
Gindha Ansori Wayka. Foto Istimewa

KIRKA.COWakil Bupati Lampung Selatan Pandu Kesuma Dewangsa memiliki peluang besar untuk menggantikan posisi Nanang Ermanto sebagai orang nomor satu di Kabupaten berjuluk Khagom Mufakat.

“Kalau bicara peluang terbuka lebarkah kesempatan Pandu?, jawabannya iya.Tapi persoalannya mau enggak penegak hukum. Sama tidak persepsi kami dengan KPK untuk menetapkan Sprindik baru,” kata Koordinator Presidium Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD), Gindha Ansori Wayka, Jumat (09/04).

“Ini jelas yang bersangkutan mengakui dan dana dipulangkan. Mau apalagi pengampunan hukum. Harus melalui proses hukum dong untuk menyatakan dia bersalah atau tidak,” tegasnya.

Menurut Gindha Ansori, persoalan ini sudah sangat terang benderang di mata masyarakat karena adanya pengakuan di fakta persidangan, yakni telah menerima dan memulangkan uang tersebut.

“Kalau dalam Undang-undangTipikor tidak menghilangkan sifat pidana dengan pengembalian uang itu. Apalagi sudah offside, seharusnya kalau dia udah terima uang, kemudian dia memulangkannya selama 30 hari,” ungkap Gindha.

“Tetapi ini kan tidak, begitu ada OTT sibuk balikkan uang. Itu tidak boleh dan dianggap sudah menerima. Karena sudah lewat 30 hari. Mungkin nantinya akan meringankan saja proses hukumnya, tetapi tidak menghilangkan sifat pidananya,” jelasnya.

Oleh karenanya, ia berharap masyarakat tetap memantau ‘dagelan’ hukum di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang tersebut.Karena, siapapun yang ada kaitan dengan pusaran korupsi itu harus bertanggungjawab.

“Siapapun, tanpa pandang bulu, sebab permasalahan ini sudah terang benderang. Kalau yang terang benderang dibuat suram. Gimana yang suram dibuat kabur sekalian, hilang sekalian perkaranya.Tetapi ini kembali pada hakim, Jaksa KPK dan penyidik KPK. Apakah mau digulung semua apa ‘dipilih tebu’. Karena berharap tidak ada musuh politik atau syarat kepentingan,” ungkap dia.

“Terkadang penegakan hukum kita ini ditumpangi kelompok tertentu. kadang-kadang dia musuhan sama orang, terus menjangkau dengan memakai tangan orang melalui penegak hukum. Tapi sekarang kalau sudah terang benderang, kelihatan perbuatannya dan ada pelanggaran hukum serta bertentangan dengan peraturan Undang-undang, ya harus diproses,” pungkas Gindha Ansori Wayka.

  • Bagikan