Menu
Precision, Actual & Factual

Nama Tante Lee, Diungkap dalam Dialog Saksi dengan Majelis Hakim Tipikor

  • Bagikan
Pakai kemeja putih, eks Sekretaris DPW PKB Lampung Okta Rijaya dimintai keterangannya sebagai saksi untuk menjelaskan aliran mahar politik untuk PKB ketika Pilgub Lampung 2018 berlangsung. Foto Ricardo Hutabarat

KIRKA.CO – Eks Sekretaris DPW PKB Lampung Okta Rijaya diperiksa sebagai saksi dalam persidangan atas perkara suap dan gratifikasi terhadap eks Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa, Kamis, 22 April 2021 lalu.

Proses persidangan Mustafa kali ini telah memasuki tahapan yang membahas tentang dugaan aliran mahar politik PT SGC ke DPP PKB.

Okta Rijaya pada saat itu terlihat sedang terlibat dialog dengan Ketua Majelis Hakim yang menyidangkan perkara ini, yakni Efiyanto D.

Sepanjang hal itu berlangsung, Efiyanto terpantau mengeluarkan nada suara yang tinggi kepada Okta Rijaya.

Sebab sebagai orang yang punya jabatan di DPW PKB Lampung, Okta Rijaya mengaku tidak tahu mengapa kemudian DPP PKB menerbitkan dukungan kepada Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim dalam Pilkada di Lampung 2018 silam.

Okta Rijaya mengaku hanya tahu bahwa PT SGC lewat Purwati Lee telah menggelontorkan uang puluhan miliar ke DPP PKB. Hal itu ia ketahui hanya berdasarkan fakta persidangan di PN Tipikor Tanjungkarang.

“Saya tahunya dari persidangan yang mulia,” kata Okta Rijaya.

Sejurus kemudian Okta Rijaya mengaku uang itu diduga melibatkan PT SGC.

“Apa itu? Siapa Top Manajernya?” tanya Efiyanto.

Okta Rijaya mengatakan, “setahu kita Purwati Lee. Ibu Lee”.

“Bukan Tante Lee? Itu saya lihat berita di media massa waktu pemilihan di Kota Bandar Lampung, kan dipanggilnya Tante Lee, Tante Lee. Itu bukan (nama) aliasnya?” tanya Efiyanto.

Mendapat pertanyaan tersebut, Okta Rijaya menjawab iya.

“Oh gitu. Jadi nama sebenarnya adalah Purwati Lee. Tapi oleh media massa disebut Tante Lee. Gitu ya?” tanya Efiyanto lagi.

Okta Rijaya pun menjawab iya.

 

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan