Menu
Precision, Actual & Factual

Miswan Rodi Ungkap Mahar Politik Untuk PKB Di Pilgub Lampung 2018

  • Bagikan
Miswan Rodi. Foto Istimewa

KIRKA.COKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diketahui melakukan pemanggilan dan pemeriksaan seorang bernama Mofaje Caropeboka, pada persidangan terhadap perkara eks Bupati Lampung Tengah  (Lamteng) Mustafa sebagai terdakwa atas dakwaan suap dan gratifikasi senilai Rp 65 miliar.

Mofaje Caropeboka adalah Wakil Ketua DPW NasDem Lampung ketika DPW NasDem  dipimpin oleh Mustafa pada tahun 2019.

Ia dimintai keterangan sebagai saksi terkait uang senilai Rp 18 miliar yang diduga masih berkorelasi dengan perkara Mustafa ini.

Dalam kesaksian Mofaje Caropeboka di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang, Kamis kemarin, 8 April 2021, disebutkan bahwa benar terdapat sejumlah uang senilai Rp 18 miliar yang dimaksudkan sebagai mahar politik atau biaya usai Mustafa dan eks Bupati Lampung Timur (Lamtim) Chusnunia Chalim bertemu di Kafe Wiseman Coffee House pada tahun 2017.

Pertemuan tersebut berkenaan dengan proses bagaimana Mustafa mencari dukungan perahu politik kepada DPW PKB dan DPP PKB dalam rangka mensukseskan Mustafa ikut dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung 2018 silam.

Mofaje Caropeboka memahami bahwa uang senilai Rp 18 miliar tersebut tidak sepenuhnya bersumber dari dirinya. Memang, tutur dia, dalam proses transaksi yang melibatkan Sekretaris Partai NasDem Lamteng Paryono dan Mofaje Caropeboka turut berperan.

Mofaje Caropeboka menyebut bahwa uang dari dirinya atas perintah Mustafa kepada Paryono hanya senilai Rp 15,1 miliar. Uang senilai Rp 14 miliar merupakan besaran atau angka yang dititipkan Mustafa kepadanya melalui Miswan Rodi untuk kemudian diserahkan ke Paryono.

Miswan Rodi kata Mofaje Caropeboka adalah kakak ipar dari Mustafa. Sementara sisa uang senilai Rp 1,1 miliar dari total Rp 15,1 miliar tersebut diakuinya adalah uang pribadi miliknya yang di pinjam Mustafa.

Dari yang apa yang dipahami Mofaje Caropeboka, uang Rp 14 miliar tersebut berasal dari hasil penjualan harta atau warisan milik Mustafa.

Singkatnya, Mofaje Caropeboka mengatakan uang sebesar Rp 15,1 miliar tersebut belakangan telah dikembalikan dan diterimanya lewat Paryono.

Sebab sambung Mofaje Caropeboka, realisasi atas biaya untuk mendapat dukungan atau rekomendasi dari DPP PKB tidak kunjung diterima oleh Mustafa, karena rekomendasi yang keluar hanya muncul dari DPW PKB Lampung.

Selepas Mofaje Caropeboka menerima pengembalian uang dari Paryono sebesar Rp 15,1 miliar, Mofaje Caropeboka mengembalikan uang senilai Rp 14 miliar tadi kepada Miswan Rodi.

Menurut Mofaje, PKB tidak menepati perjanjian yang sebelumnya telah disepakati. Ia menyebutnya dengan kalimat bahwa telah terjadi penghianatan.

Atas kesaksian tersebut, Mustafa memberikan penjelasan lebih jauh. Menurut Mustafa, uang itu tidak sepenuhnya didapat dari menjual harta warisan saja. Tetapi didapatnya berdasarkan bantuan keluarga.

KIRKA.CO melakukan upaya klarifikasi dan permintaan tanggapan kepada Miswan Rodi yang juga Ketua DPC NasDem Lampung Tengah.

Pada 9 April 2021 lewat sambungan telepon dan pesan dari aplikasi Whats App, Miswan Rodi mengaminkan apa yang dipaparkan oleh Mofaje Caropeboka.

Pertama, ungkap Miswan Rodi, uang yang ada di tangan Mofaje Caropeboka tersebut benar diberikan oleh dia.

Kedua, menurut dia uang-uang tersebut benar dimaksudkan untuk peruntukan biaya mahar politik ke PKB.

Ketiga, Miswan Rodi menegaskan kembali bahwa uang tersebut disediakan atas permintaan dari yang disebutnya ‘mereka’. Namun dalam perjalanannya, terdapat pengingkaran

“Benar itu (kesaksian Mofaje Caropeboka_red). Kumpulin uang itu untuk PKB. Mereka yang minta. Sudah dikasih ternyata ingkar,” ucap Miswan Rodi.

Miswan Rodi menegaskan bahwa benar ia telah menerima pengembalian uang dari Mofaje Caropeboka senilai Rp 14 miliar.

Miswan pun menjelaskan lebih jauh tentang asal muasal uang-uang dari Mustafa tersebut. Ia mempertegas ulang ucapan Mustafa dan Mofaje Caropeboka, bahwa uang-uang itu didapat dari usaha Mustafa menjual aset atau harta warisan.

Miswan Rodi mengatakan bahwa ia juga turut melakukan penambahan atas uang tersebut.

Menurut dia, perolehan uang hasil menjual aset yang dilakukan Mustafa tersebut didapat dari penjualan 2 bidang tanah berikut bangunan ditambah uang dari dirinya yang disebutnya hasil pinjaman.

 

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan